oleh

Berkah Ramadan, Perajin Kolang-Kaling di Pamarican Ciamis Kebanjiran Pesanan

Hubungi
 
 

Pamarican, galuh.id – Perajin kolang-kaling di Pamarican, tepatnya di Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis kebanjiran pesanan selama Ramadan.

Makanan khas Ramadan ini banyak diproduksi pengrajin di Blok Siluk, Dusun Sambungjaya, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kampung tersebut bahkan dikenal sebagai kampung caruluk atau kampung kolang-kaling.

Loading...

“Ini merupakan tradisi turun temurun setiap tahunnya di bulan puasa. Di kampung kami selalu menjadi pedagang kolang kaling musiman, karena banyak pelanggan yang meminta stok kolang-kaling untuk dijual selama bulan puasa,” ujar Warsito, salah satu perajin kolang-kaling saat diwawancara, Jumat (10/05/2019).

Menurut Warsito, para perajin kolang-kaling di kampung Caruluk sudah memiliki pelanggan dari pasar-pasar yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar hingga Provinsi Jawa Tengah.

“Selama bulan puasa permintaan kolang-kaling sangat tinggi, salah satu perajin kolang-kaling dapat memenuhi pesanan hingga 1 ton setiap minggunya, untuk dijual ke wilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah,” tuturnya.

Untuk memenuhi pesanan tersebut, biasanya para perajin melibatkan anggota keluarganya atau warga lainnya dalam memproduksi bahan makanan yang terbuat dari buah aren tersebut.

“Tidak hanya orang tuanya saja namun anaknya juga ikut membantu memproses kolang kaling setelah pulang sekolah, katanya untuk menambah uang jajan untuk hari lebaran nanti,” ucapnya.

Warsito menjelaskan, proses pengolahan kolang-kaling sendiri masih mempergunakan alat sederhana, buah aren yang sudah dipetik dari pohon selanjutnya direbus hingga matang, setelah matang dikupas dan ditumbuk terlebih dahulu agar terlihat pipih dan teksturnya kenyal.

“Paling sedikit dalam seminggu kami bisa memproduksi dua hingga tiga kuintal kolang-kaling. Kalau lagi ramai bisa mencapai 1 ton, harga kolang-kaling sendiri saat ini Rp. 10 ribu per kilogramnya,” pungkasnya. (galuh.id/Arul)

loading...

Penulis : Redaksi GaluhID

Galuh.ID terbangun dari tidur yang panjang soal keberadaan berita hoax yang semakin hari semakin meresahkan.

Komentar

BERITA SELANJUTNYA