oleh

Budidaya Belatung Magot Peluang Bisnis Menjanjikan di Ciamis

 
 

Sadananya, galuh.id – Dadi Rusyadi warga Dusun Tonggoh, Desa Sadananya Kecamatan Sadanaya, Kabupaten Ciamis mengembangkan budidaya belatung magot atau dikenal pula dengan nama black solder fly.

Guru di salah satu sekolah kejuruan di Ciamis ini mencoba untuk membudidayakan belatung magot dengan modal sampah organik yang dibuang oleh warga sekitar. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan untuk media budidaya belatung.

Loading...

Dadi belajar membudidayakan belatung dari internet kemudian dipraktekkan sampai berhasil. Usaha Dadi ini terbilang masih baru, “baru berjalan 3 bulan,” ujar Dadi.

Belatung jenis ini menurut Dadi makanannya sangat selektif hanya sayuran, buah-buahan dan daun yang sudah membusuk. Belatung magot yang diproduksi dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ternak ayam, ternak ikan dan ternak burung. Selain itu, bisa juga untuk pakan lele yang menurutnya bisa menghemat 50% dari biaya pakan lele buatan pabrik.

Dadi mengatakan belatung magot bukan hanya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, tetapi sisa medianya juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena kaya protein sehingga baik untuk tanaman.

Saat ini pesanan belatung magot sangat tinggi sehingga Dadi cukul kewalahan melayani para pelanggannya yang baru berasal dari kecamatan Sadananya. Salah satu kendala yang dihadapi Dadi dalam budidaya belatung magot ini adalah masalah permodalan, sehingga Dadi belum bisa melayani semua pesanan dari pembeli.

Dalam satu bulan Dadi berhasil menjual 15 kg belatung dan 15 kg telur belatung dengan harga belatung Rp. 8.000 per kg dan telur belatung dijual Rp. 25.000 per kg.

“Harapannya ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ciamis beserta dinas terkait untuk lebih dirangkul agar usaha budidaya belatung magot bisa berkembang,” pungkasnya.

(Arul)

loading...

Penulis : K Putu Latief

Gambar Gravatar
Menulis untuk kepuasan, mengedit untuk kebahagiaan.

Komentar

BERITA SELANJUTNYA