Demokrat Tak Akan Biarkan Reog Ponorogo Diklaim Bangsa Lain

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Hal tersebut ia sampaikan saat berkunjung yang ketiga kalinya ke Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kedatangan Ibas kali ini turut mengajak Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam keterangan resminya, Ibas menuturkan bahwa saat ini Reog Ponorogo sedang diajukan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

“Belum afdol rasanya jika berkunjung ke Kabupaten Ponorogo tapi belum melihat kesenian reog,” ucap Ibas, Minggu (22/5/2022).

- Advertisement -

Adapun kunjungan Ibas dan AHY ke Kabupaten Ponorogo dipusatkan di Lapangan Krida Baskoro.

Nama lapangan ini sengaja mengambil dari nama lengkap Ibas karena lapangan tersebut bisa ada atas bantuan Ibas pada 2013.

Sehingga para warga mengabadikan nama ‘Baskoro’ menjadi nama lapangan tersebut sebagai bentuk rasa terima kasih mereka.

Setibanya di lapangan, kakak beradik anak dari Susilo Bambang Yudhoyona (SBY) ini langsung disuguhi tarian 14 dadak merak (Reog Ponorogo).

- Advertisement -

Reog merupakan tradisi budaya kesenian khas Ponorogo yang sudah diakui Internasional. (GaluhID/Evi)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Tak Sekadar KB, Pengendalian Penduduk Jadi Strategi Membangun Ciamis yang Lebih Maju

Pembangunan daerah di Kabupaten Ciamis tak hanya bergantung pada ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada pengendalian penduduk. Menurut dr. Yoyo, pengendalian penduduk merupakan investasi jangka panjang yang mendukung kualitas hidup masyarakat. Edukasi serta perencanaan keluarga yang baik diyakini dapat melahirkan generasi unggul dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Artikel Terkait