Kamis, 24 Juni 2021
Kamis, 24 Juni 2021
BJB

Diimbau jangan Mudik, Perantau Asal Ciamis Berharap Perhatian Pemerintah

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Perantau asal Ciamis di Tangerang Provinsi Banten yang tidak mudik mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Meskipun berat dan dengan keterbatasan biaya, saya tidak mudik ke Ciamis,” ungkap Wawan Kuswandi melalui pesan WA, Minggu (12/04/2020).

Wawan Kuswandi yang berasal dari Desa Kertabumi Cijeungjing Ciamis bekerja pada salah satu pabrik garmen di Jalan Raya Serang Tangerang.

Saat ini pabrik tempatnya bekerja sudah mulai mengurangi jam operasi, dan berimbas pada keungan yang didapatkan oleh Wawan Kuswandi.

Terlebih adanya surat edaran yang berisi himbauan untuk warga Ciamis yang berada di perantauan untuk menunda kegiatan pulang kampung/mudik.

Wawan dengan terpaksa karena Tangerang merupakan zona merah, dirinya harus menahan bertemu dengan buah hatinya yang kembar dan juga keluarganya.

Biasanya Wawan pulang ke Kertabumi Cijeungjing Ciamis 2 bulan 1 kali, namun saat ini meskipun sulit dirinya harus menahan diri.

“Hati kecil saya meronta, hidup di Tangerang pun kondisi saat ini sangat sulit terlebih jam operasi pabrik dikurangi,” jelas Wawan.

Kerinduan dengan kedua buah hatinya dan juga istri tercinta serta keluarganya kali ini hanya bisa terobati melalui handphone.

Namun hal tersebut ia lakukan semata karena rasa sayang dirinya pada keluarga, namun dirinya berharap adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Anaknya yang kembar serta istrinya tinggal di rumah panggung sehingga sudah terukur dari sisi ekonomi keluarga Wawan Kuswandi.

Berkumpulnya dengan keluarga adalah saat terindah bagi dirinya, kini kebersamaan bersama keluarga kecilnya harus tertunda karena mewabahnya virus Corona.

“Jika boleh saya berharap pada Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya harap keluarga saya mendapat perhatian dengan mendapatkan bantuan ,” harap Wawan.

Jangankan untuk mengirimkan uang pada keluarganya, untuk bertahan hidup di Tangerang saja Wawan sangat kesulitan bahkan sulit untuk dijelaskan.

“Biaya kehidupan sehari-hari rumit untuk dijelaskan saat posisi seperti sekarang, semoga saja ini cepat berlalu tanpa dipenuhi rasa khawatir,” pungkasnya. (GaluhID/Ardiansyah)

 
 
Loading...

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
256PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan