Dinas Perpustakaan Ciamis Gelar Lomba Story Telling Tingkat SD

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ciamis gelar Lomba Bertutur (Story Telling) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kabupaten Ciamis, Kamis (25/05/2023).

Kegiatan tersebut dalam rangka membangun generasi muda Indonesia gemar membaca. Serta menumbuhkan karakter bangsa melalui kecintaan terhadap budaya Ciamis.

Kadis Perpustakaan Ciamis Iing Ahmad Rifai melalui Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca, Yeti Rosmiati, menyampaikan tujuan lomba ini untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

Selain menumbuhkan minat baca anak khususnya terhadap cerita tradisional, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan akan budaya daerah.

- Advertisement -

“Kemudian menumbuhkan rasa keberanian untuk tampil dan menciptakan mental yang kuat,” ucapnya.

Menurut Yeti, secara garis besar, minat baca di Kabupaten Ciamis Jawa Barat sekitar 60 persen.

Sebanyak 27 peserta di setiap kecamatan di Kabupaten Ciamis mengikuti lomba bertutur atau story telling ini.

Lanjut Yeti mengatakan, lomba kali ini hanya untuk bidang cerita pendek saja seperti kisah dari Ciung Wanara.

- Advertisement -

“Jadi ini juga supaya generasi muda tau sejarah daerahnya dan kerajaan Galuh. Untuk juaranya yaitu juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3, piala dan sedikit uang pembinaan,” jelasnya

Dinas Perpustakaan Ciamis juga mengambil dari budayawan untuk menjadi juri lomba story telling tersebut.

Yeti pun berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi anak-anak lainnya.

“Saya sangat berharap dengan gelarnya lomba bertutur oleh Dinas Perpustakaan Ciamis, dapat memotivasi anak-anak lainnya. Sehingga minat baca di Ciamis semakin meningkat,” harapnya. (GaluhID/Iqbal)

Editor : Evi

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Unik! Warga RT 23 Desa Cibadak Ciamis Gelar Pemilihan Ketua RT Layaknya Pemilu

Warga RT 23 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, menggelar pemilihan Ketua RT pada 31 Juli 2026 dengan konsep mirip Pemilu. Ucu Rahmat terpilih sebagai Ketua RT setelah meraih suara terbanyak. Konsep pemilihan ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi, serta melibatkan partisipasi langsung warga. Biaya pemilihan berasal dari kas RT dan donatur.

Artikel Terkait