Senin, 25 Januari 2021
Senin, 25 Januari 2021
 
 

Festival Rakyat Langensari Banjar tahun 2018

Bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, diadakan Kegiatan Festival Rakyat Langensari beberapa waktu lalu. Event yang diselenggarakan dimulai tanggal 17-20 Agustus 2018 ini dibuka dengan

upacara kemerdekaan ke-73 Republik Indonesian.

Festival Rakyat Langensari diadakan sebagai event perdana bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata Patroman Jaya, Mitra Pokdarwis Langen Mulyo (Bidang Daya Tarik Wisata Kebudayaan) dan Sanggar Seni Langen Budoyo. Pada festival ini semua elemen masyarakat diajak untuk bisa merasakan kemerdekaan dengan diisi oleh kegiatan positif. Diantaranya Kompetisi Gapura yang dimenangkan oleh Juara 1 Desa Rejasari, juara 2 Kelurahan Bojongkantong, dan juara ke-3 Desa Kujangsari.

Selain kompetisi gapura ada juga kompetisi merangkai janur yang dimenangkan oleh perwakilan pemuda Bojongkantong, para juara mendapatkan piagam dan uang pembinaan.

Kompetisi paling istimewa adalah Kompetisi Game Online Mobile Legend yang sedang digandrungi para pemuda. Kompetisi ini memperebutkan hadiah total Rp. 3.000.000 yang dimenangkan oleh juara 1 Tim ADS Langensari, juara 2 Tim Monitor Banjar, Juara 3 Tim Zaelinda Langensari. Pemenang akan mewakili Banjar untuk mengikuti kejuaraan nasional Mobile Legend di BSD Tangerang.

Kegiatan selanjutnya adalah doa bersama lintas agama dengan menanamkan kaidah-kaidah kemerdekaan dengan menjunjung tinggi toleransi. Para pemuka agama kota Banjar sepakat jika Banjar menjadi contoh kota yang saling menjaga toleransi.

Beberapa perwakilan dari Pemuda Anshor, IPNU, KNPI, Pemerintah Daerah, Perwakilan Gereja Se-kecamatan Langensari dan Perwakilan Kepercayaan Tuhan YME sepakat untuk menghadang berbagai isu dengan menjaga toleransi dengan bersama-sama demi kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain do’a bersama ada juga penampilan Ketoprak Perbatasan Langen Mulyo, pimpinan Intan Eka Wibawa. Penampilan ketoprak ini merupakan sebuah cara untuk menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur dengan cara melestarikan tradisi dari sebuah kebudayaan bangsa. Dalam beberapa dekade hampir tidak ada pertunjukan ketoprak, maka seni ketoprak pun dihidupkan kembali dengan moto ‘Bakti Budaya Bangsa’. Ketoprak perbatasan ini memadukan dua budaya Sunda dan Jawa yang diharapkan bisa menjadi salah satu aset kebudayaan bangsa.

Sesepuh Sanggar Seni Langen Budaya Langensari Kota Banjar, Mbah Hadi Sumarto (89) menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat postifif dan semoga kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi.

“Hidup di tanah Pasundan dengan menjaga bersama kebudayan bangsa adalah tugas kita bersama, regenerasikan agar ke depan seni budaya dan sejarah menjadi pegangan teguh penerus bangsa,” tuturnya.

Event pertama ini akan dilaksanakan sebagai agenda tahunan hajat masyarakat Langensari Kota Banjar. Selain masih ada juga agenda event yang bersifat tentatif untuk mengenalkan Kota Banjar ke dunia melalui sektor pembangunan pariwisata dan sumber daya manusia yang handal dimasa depan.

(Muhammad Ubaedilah Cholil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Loading...

Artikel Terkait

Bencana di Cimaragas Ciamis, Jalan Amblas dan 4 Rumah Rusak

Berita Ciamis, galuh.id - Telah terjadi jalan amblas dan 4 rumah rusak di Cimaragas Kabupaten Ciamis, Minggu (25/1/2021) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Beruntung tidak...

Tercantum di E-Form, Warga Ciamis Kecewa Tak Dapat BLT UMKM

Berita Ciamis, galuh.id - Penerima BLT UMKM warga Ciamis kecewa lantaran bantuan yang seharusnya diterima tidak cair. Padahal namanya tertera dalam e-form BRI. Nama Dodah...

Terkena Banjir, Lansia 90 Tahun di Banjarsari Ciamis Dievakuasi

Berita Ciamis, galuh.id - Hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (22/1/2021) sore menyebabkan sebagian wilayah Banjarsari Kabupaten Ciamis terkena banjir. Seperti halnya, Dusun Cibeureum RT...

Temukan Kami

48,104FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya