Ciamis, galuh.id – Pasca Lebaran 2025, harga cabai merah keriting di Pasar Ciamis turun signifikan, kondisi ini pun memicu kekhawatiran di kalangan petani.
Berdasarkan pantauan, harga cabai di tingkat pedagang saat ini mencapai Rp60 ribu per kilogram. Mengalami penurunan drastis dari Rp100 ribu per kilogram saat menjelang Lebaran.
Namun, harga di pasar tidak berbanding lurus dengan nilai yang diterima oleh petani.
Menurut Deri, seorang pedagang di Sindangbarang Kecamatan Panumbangan, petani hanya mendapatkan Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram saat panen, jauh lebih rendah dari harga pasar.
Bahkan pekan lalu, harga sempat jatuh hingga Rp18 ribu per kilogram. Harga cabai yang turun ini menyebabkan kerugian besar bagi petani.
Para petani di Ciamis yang menggarap lahan hingga dua hektare, mampu menghasilkan delapan kuintal cabai siap jual.
Namun, harga jual yang mereka terima belum mampu menutupi biaya operasional yang tinggi. Termasuk pembelian pupuk, pestisida, dan biaya tenaga kerja.
“Kami sangat berharap harga bisa naik setidaknya ke Rp35 ribu per kilogram sesuai harga kontrak. Agar bisa menutupi biaya perawatan dan tenaga kerja yang sudah kami keluarkan,” ungkap Deri. Jumat (18/4/2025).
Sementara itu, jenis cabai rawit domba memiliki harga yang lebih stabil di tingkat petani, yaitu Rp60 ribu per kilogram.
Namun di pasar, harga cabai rawit melonjak hingga Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, menunjukkan ketidakseimbangan yang masih terjadi dalam rantai distribusi.
Fluktuasi harga cabai yang terus terjadi membuat petani meminta perhatian dari pemerintah untuk memastikan kestabilan harga.
Mereka berharap adanya regulasi yang lebih jelas dalam sistem distribusi agar kesejahteraan petani tetap terjaga dan mereka tidak selalu terdampak oleh ketidakpastian pasar. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
