Sabtu, 17 April 2021
Sabtu, 17 April 2021
BJB

Jabar Siap Sambut Investor Untuk Pemulihan Ekonomi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) siap menyambut investor dalam rangka memulihkan ekonomi di masa AKB.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pada Webinar Leader Talks iNews.

Mengusung tema ‘Pemulihan Ekonomi Jawa Barat Saat New Normal’, acara tersebut digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (09/07/2020).

Selanjutnya, menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar itu, terdapat tujuh sektor, sesuai hasil kajian lembaga ekonomi internasional yang dapat membangkitkan perekonomian Jabar di tengah masa AKB.

“Sektor pertama adalah investasi. Jabar pun siap menyambut perusahaan yang punya rencana merelokasi usaha dari Tiongkok ke Indonesia. Dalam beberapa waktu ke depan,” terangnya.

Kang Emil, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa setiap tahun Jabar unggul dalam wilayah investasi se-Indonesia.

Ekonomi di Masa AKB

Tercatat sejumlah Rp 137 Triliun investasi masuk ke daerah Jawa Barat. Dia menambahkan, dengan situasi Covid-19 ini pihaknya akan menyambut investor yang pindah dari Tiongkok.

Kemudian di samping investasi, Kang Emil menuturkan, Jabar terus berinovasi dengan swasembada alat kesehatan (alkes) penanganan Covid-19.

“Kami bisa menjadi provider produk-produk Indonesia, dan juga bisa eksportir ke dunia. Mulai dari alat rapid test sampai ventilator. Dengan begitu, Jabar dapat mengurangi impor alkes,” ucapnya.

Mengenai provider sejumlah produk Indonesia, satu diantaranya seperti PT Pindad yang dapat membuat ventilator. Bahkan, Kang Emil mengungkapkan, suatu saat bisa ekspor rapid test buatan Unpad, PCR buatan Biofarma, dan seterusnya.

Sementara itu, Jabar diprediksi dapat menjadi pusat kesehatan terbaik Indonesia. Serta Jabar disarankan untuk intens mengembangkan teknologi.

Inovasi Digital di Jabar

Dalam hal digitalisasi, Jabar pun terus berbenah. Salah satunya mengembangkan Desa Digital. Hal tersebut dapat mendongkrak perekonomian Jabar, terutama di pedesaan.

Desa Digital sendiri terpilih sebagai Digital Equity and Accessibility dalam ajang IDC Smart City Asia/Pacific Awards 2020.

Desa Digital mendapat penghargaan tersebut karena dinilai mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet.

“Keenam, ekonomi jangka panjang ini juga harus menjadi kebutuhan. Kami sedang membangun, tapi terinterupsi, pabrik yang mengubah plastik menjadi solar. Dan ketujuh, local tourism bisa menjadi peluang Jawa Barat,” pungkasnya. (GaluhID/Maulana)

 
 
Loading...

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,730FansSuka
242PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya