Pangandaran, galuh.id – Kabupaten Pangandaran menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkapkan peningkatan signifikan kasus HIV/AIDS sepanjang 2024.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran mencatat 55 kasus baru naik dari 42 kasus pada 2023. Dari angka tersebut, mayoritas pasien adalah laki-laki (38 orang), sementara perempuan menyumbang 17 kasus lainnya.
Rina Veriany, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pangandaran, mengungkap bahwa data spesifik mengenai penyebab lonjakan ini masih belum tersedia.
“Pelayanan langsung di fasilitas kesehatan lebih fokus pada perawatan individu, sehingga analisis menyeluruh belum bisa dilakukan,” ujarnya, Kamis (27/3/2025).
Namun, upaya pencegahan tetap di galakkan. Dinas Kesehatan terus mendorong edukasi masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS.
Kemudian meningkatkan akses layanan kesehatan bagi ODHA, serta mengingatkan pentingnya skrining HIV bagi kelompok berisiko tinggi.
Rina juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi perilaku berisiko, termasuk seks bebas, penggunaan narkoba suntik, dan berganti-ganti pasangan.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, penggunaan kondom saat berhubungan seksual di anjurkan sebagai langkah sederhana namun efektif.
“Peningkatan kesadaran masyarakat adalah kunci untuk menekan angka kasus HIV/AIDS di masa depan,” tambahnya.
Dengan semakin tingginya angka kasus baru, harapan masyarakat di Pangandaran dapat meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan mengambil langkah aktif untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS.
Lonjakan ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk bertindak lebih serius dan bersama-sama. Jangan biarkan Pangandaran kehilangan lebih banyak nyawa-bersama, kita bisa melawan HIV/AIDS. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
