Kemenag Ciamis Dukung Aspirasi Guru Madrasah, Minta Aksi Damai Dilakukan Beradab

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Kementerian Agama (Kemenag) Ciamis menyatakan dukungannya terhadap aspirasi para guru madrasah swasta yang berencana melakukan aksi damai.

Namun demikian, aksi tersebut tetap dilakukan secara santun, beradab, dan sesuai aturan.

Kasi Madrasah Kemenag Ciamis, Jajang, menyebut pihaknya memahami keresahan para guru madrasah yang selama ini menghadapi persoalan kesejahteraan.

Sebagian besar guru honorer madrasah, masih menerima gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Ciamis.

- Advertisement -

“Gaji guru madrasah honorer rata-rata tidak lebih dari UMK Ciamis. Kami berharap pemerintah pusat memperhatikan hal ini sebagai amanat undang-undang dan tanggung jawab negara,” ujar Jajang, Rabu (22/10/2025).

Berdasarkan data Kemenag Ciamis per 20 Oktober 2025, terdapat 4.058 guru dan 615 tenaga kependidikan yang mengajar di madrasah swasta Kabupaten Ciamis.

Terkait rencana aksi penyampaian aspirasi, Jajang menegaskan bahwa Kemenag memberikan dukungan moral selama dengan cara yang damai dan tidak mengganggu ketertiban.

“Penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara. Kami mendukung selama dilakukan dengan damai, beradab, dan tidak anarkis,” tegasnya.

- Advertisement -

Ia juga mengingatkan bahwa guru merupakan teladan bagi masyarakat, sehingga sikap dan tindakan mereka dalam menyampaikan aspirasi harus tetap menjaga marwah profesi.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga panutan. Karena itu, sampaikan aspirasi dengan arif dan bijak, jangan sampai mencoreng kehormatan guru itu sendiri,” ujarnya.

Kemenag Perjuangkan Aspirasi Guru Madrasah

Sementara itu Kepala Kemenag Ciamis, Asep Lukman Hakim, menegaskan pentingnya peran santri dan lembaga pesantren dalam membangun bangsa.

Asep menekankan bahwa santri masa kini harus mampu berjuang di bidang ilmu pengetahuan, moral, dan teknologi agar dapat berkontribusi pada kemajuan umat dan negara.

“Santri sekarang harus menguasai teknologi, sains, dan ilmu kekinian agar mampu menjadi pemimpin masa depan bangsa,” katanya.

Selain itu, ia santri memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dan tetap menjadi garda terdepan dalam mengisi kemerdekaan melalui ilmu dan akhlak di era modern.

Ia menuturkan, para pejuang kemerdekaan Indonesia banyak berasal dari kalangan santri yang dipimpin para kiai pesantren jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Para pejuang kemerdekaan itu adalah para kiai dan santri. Dengan terbitnya UU Pesantren, negara mengakui secara resmi peran dan keberadaan pesantren dalam perjalanan bangsa,” ujar Asep.

Asep juga mengingatkan kembali perjuangan KH. Hasyim Asy’ari yang menggagas Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 tonggak sejarah yang kemudian melahirkan Hari Santri Nasional.

“Momen Hari Santri harus menjadi semangat baru. Santri harus tampil ke depan, berjuang bukan hanya untuk kemerdekaan negara, tapi juga untuk kemajuan dan kemaslahatan umat,” tegasnya.

Ia juga menyebut Kemenag RI terus memperjuangkan peningkatan status kelembagaan pesantren agar setara dengan lembaga pendidikan formal lainnya.

“Kami sedang memperjuangkan agar Direktorat Pesantren dapat naik menjadi setingkat Direktorat Jenderal. Dengan begitu, pembinaan pesantren bisa lebih kuat dan terarah,” jelasnya. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Disnakkan Ciamis Sediakan Layanan Vaksinasi Gratis di 7 Lokasi

CIAMIS, galuh.id – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis menggelar Safari Pelayanan Kesehatan Hewan (Yankeswan) dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi rabies secara gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, seperti anjing, kucing, maupun hewan penular rabies lainnya. Melalui program tersebut, Disnakkan Ciamis berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat […]

Artikel Terkait