oleh

Keracunan Jamur, 4 Warga Kawali Ciamis Masuk Rumah Sakit

Hubungi
 
 

Berita Ciamis, galuh.id – Sebanyak empat orang warga Kawali, Kabupaten Ciamis, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis.

Mereka diduga mengalami keracunan usai menyantap jamur yang dimasak untuk dijadikan santapan lauk pauk bersama nasi.

Loading...

Dari keempat orang tersebut, tiga diantaranya menjalani perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sementara satu orang lainnya dilarikan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Ciamis.

Salah satu korban yang diduga keracunan usai menyantap jamur tersebut diantaranya, Riki Maulana (15) warga Kawali, tepatnya Dusun Cikakak RT 01 RW 07, Desa Linggapura, Kawali.

Siti Solehah (35), ibu dari Riki mengatakan, kejadian berawal pada Senin (9/3/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Siti mengaku, anaknya mengeluh pusing dan mengalami muntah-muntah setelah memakan sop jamur yang di masak oleh neneknya.

“Anak saya muntah-muntah dan keluar keringat dingin setelah makan sop jamur itu,” terangnya, Selasa (10/3/2020).

Dia mengatakan, jamur tersebut merupakan pemberian saudaranya yang diperoleh dari kelompok buruh pemotong kayu di hutan.

Sedangkan, korban lain bernama Yaya (41) warga Dusun Banjarwaru RT 03 RW 07, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis juga dilaporkan mengalami hal serupa.

Menurut penuturan Ika (37), adik dari Yaya, kakaknya mengalami sakit kepala dan keluar keringat dingin setelah mengkonsumsi tumis jamur.

“Awal kejadiannya saat kakak saya menyantap tumis jamur dicampur nasi, selang 10 menit, kakak saya mengeluh sakit kepala lalu muntah-muntah,” jelas Ika.

Tidak lama, lanjut Ika, kakaknya langsung dilarikan ke IGD RSUD Kabupaten Ciamis.

Ika mengaku, sebelumnya memperoleh jamur-jamur tersebut dari kelompok buruh pemotong kayu di hutan.

Jamur-jamur yang diduga puluhan kilogram tersebut lantas dibagikan oleh para kelompok buruh pemotong kayu kepada warga.

“Saya pikir jamur itu adalah jamur yang memang biasa untuk dimakan,” ujar Ika. (GaluhID/Evi)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA