Ciamis, galuh.id – Memiliki bakat serta keahlian di bidang seni budaya sunda, sangatlah jarang dimiliki atau terbilang langka, apa lagi bisa menjadi dalang wayang golek. Tambah istimewa lagi jika masih usia belia namun sudah mahir menjadi dalang alias dalang cilik. Seperti kisah dalang cilik dari Ciamis berikut.

Yayan Mulyana (39) dan Tetet Kusniati (39), warga Dusun Desa, RT 01 RW 01, Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis merupakan pasangan suami isteri yang beruruntung. Pasutri tersebut dikaruniai putra yang memiliki bakat seni budaya sunda, yakni menjadi dalang wayang golek.

Awalnya ketika masih duduk di bangku kelas dua SDN 3 Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Muhammad Hardi Mahardika (13) berwisata ke kebun binatang di Bandung bersama kedua orang tuanya. Saat itulah ia melihat ada yang jualan wayang golek, lantas suka dan membelinya.

“Ketika itu saya melihat yang jualan wayang golek dan mendadak menjadi suka kepada wayang, saat itu beli satu wayang Cepot. Setelah di rumah seringkali dimain-mainkan, sambil dengarkan kaset dalang menirukan suara cepot dan yang lainnya,” kata putra dari pasangan suami istri Yayan Mulyana dan Tetet Kusniati.

Hardi menerangkan, untuk mengasah kemampuannya itu, dirinya diarahkan orang tua untuk berguru kepada dalang Tetet.

“Kebetulan ada tetangga di Bojong Jengkol yang suka mendalang yaitu dalang Tete, malahan setiap ada pertunjukan wayang suka nonton. Bahkan seringkali diajak manggung dan disuruh jadi dalang, baik di acara nikahan atau hiburan, bahkan diajak ke Cipatujah, Galunggung juga pernah, bahkan main dalang ditonton orang banyak,” terangnya.

Hardi berharap, dirinya menjadi dalang profesional yang terkenal dimana-mana seperti almarhum dalang Asep Sunarnya. Hardi juga ingin menjadi dalang terkenal.

“Ingin menjadi dalang wayang yang profesional, setidaknya bisa bikin bangga orang tua atau mengharumkan nama baik Ciamis serta Indonesia,” harapnya.

Setelah lulus Sekolah Dasar, Muhammad Hardi Mahardika melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Cihaurbeuti, di sekolahnya, Hardi mendapatkan julukan dalang cilik dari Ciamis.

“Kami merasa bangga ada siswa baru yang memiliki keahlian memainkan wayang, padahal siswa tersebut masih usia berusia 13 tahun, ini jarang-jarang yang seperti ini,” ujar Kepala Sekolah SMPN 1 Cihaurbeuti, Drs. Janan Junaedi M.Pd.

Janan mengatakan, SMPN 1 Cihaurbeuti memang menerima siswa melalui  penyaluran bakat dan prestasi. Maka tak heran jika banyak siswa yang memiliki bakat unik masuk ke sekolah ini.

“Dalam penerimaan siswa baru melalui prestasi dan bakat, banyak siswa yang melanjutkan ke sekolah ini memiliki bakat yang bagus dan unik, salah satunya itu tadi, Muhammad Hardi Mahardika keahliannya memainkan wayang,” tuturnya.

Kata Janan, Mahardika ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar memang sudah dijuluki sebagai dalang cilik, bahkan Mahardika juga sering diundang dan manggung di beberapa acara.

“Dia sudah dijuluki dalang cilik di sekolahnya dulu, bahkan sering manggung di setiap acara, ini suatu kebanggaan bagi kami di sekolah dan nantinya akan bisa mengharumkan nama sekolah melalui keahliannya memainkan wayang,” ucapnya.

Potensi Mahardika yang unik tersebut, kata Janan, perlu dukungan dari semua pihak sehingga bakat yang dimilikinya dapat berkembang dan bisa mengharumkan nama SMPN 1 Cihaurbeuti, bahkan Kabupaten Ciamis.

“Kami akan dukung Hardi agar nanti ke depan bakatnya tersalurkan dengan baik dan berkembang,” tandasnya.

Pihak sekolah akan memfasilitasi potensi yang dimiliki Mahardika, salah satunya dengan membuat grup wayang. Rencananya Mahardika akan disatukan dengan anak-anak berbakat lainnya yang juga memiliki bakat dalam seni dan budaya.

“Kita akan fasilitasi mereka yang memiliki bakat dalam kesenian, nanti kita bikin grup wayang anak-anak di sekolah,” katanya.

Janan pun menuturkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis juga merespon dengan baik dan mendukung rencananya tersebut.

“Alhamdulilah pihak dinas pun merespon dengan baik dan mendukung pengembangan potensi dan bakat,”pungkasnya. (galuh.id/Dede)

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini