Kamis, 24 Juni 2021
Kamis, 24 Juni 2021
BJB

Klarifikasi BMKG terkait SMS Peringatan Dini Gempa 8,5 M, Ternyata Ulah Hacker

spot_img

Berita Nasional, galuh.id – Klarifikasi BMKG terkait SMS yang berisi peringatan gempa berkekuatan 8,5 M pada Kamis, 27 Mei 2021. Hak itu merupakan kesalahan sistem dan tidak benar-benar terjadi.

Saat ini ramai menjadi perbincangan ketika masuknya SMS terkait prediksi gempa 8,5 M. Selain itu juga peringatan dini tsunami untuk wilayah Bali, NTT, NTB, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dari BMKG.

Mengenai hal ini, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno menegaskan SMS tersebut bukanlah prediksi gempa.

Bambang menyatakan jika informasi tersebut tidak benar. Karena telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman khususnya melalui kanal SMS.

Setelah adanya SMS blast tersebut, BMKG meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang karena dari hasil monitoring tidak terjadi gempa sebesar 8,5 M di wilayah Indonesia.

BMKG juga menghimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi seperti website, media sosial BMKG, call center 196, ataupun kantor BMKG terdekat.

Klarifikasi BMKG Tentang SMS, Pakar Keamanan Siber: Itu Ulah Hacker

Setelah terjadinya masalah SMS Blast dari BMKG, Pakar Keamanan Siber dari CISreC, Pratama Persadha menduga jika hal tersebut bukan kesalahan sistem melainkan ulah peretas atau hacker.

Mengutip dari CNN, Pratama menjelaskan jika SMS blasting tersebut tidak mungkin dilakukan oleh BMKG mengingat formatnya yang tidak sesuai.

“Lihat saja di SMS-nya. Penulisannya itu tidak sesuai dengan apa yang biasa BMKG tulis di SMS,” jelasnya pada Kamis, 27 Mei 2021 lalu.

Pratama menjelaskan, jika ada bencana pesan singkat berisi imbauan tersebut akan menampilkan lengkap mulai dari keterangan jam, tanggal, titik kedalaman hingga sebaran lokasi bencana.

Ia juga menyayangkan hal ini terjadi, karena kemungkinan besar para hacker bisa merekat pesan mengatasnamakan Presiden Joko Widodo.

“Kalau misalnya di-hack adalah layanan SMS-nya agak cilaka juga. Karena bisa jadi yang di-hack bukan dari BMKG, bisa aja nanti [pesannya] dari presiden,” ucapnya.
Pratama menilai, jika keamanan siber di Indonesia belum mempunyai proteksi dan bisa menjadi calon target pembobolan oleh para peretas.

Klarifikasi BMKG juga terus-terusan melalui SMS berisi, “Mohon maaf terjadi kesalahan system pengiriman TEST–Peringatan Dini Tsunami di JATIM,NTB,BALI,NTT,JATENG,…::BMKG”. (GaluhID/Hega)

 
 
Loading...

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
256PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan