oleh

KPU Ciamis: Lakbok Prioritas Utama Sosialiasi Pemilu di Ciamis

Hubungi
 
 

Ciamis, galuh.id– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ciamis membantah pernyataan yang menyebutkan tingginya angka golput di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat karena kurang sosialisasi KPU.

Muharam Kurnia Drajat, komisioner KPU Ciamis Divisi Kordip Sosialisasi Pendidikan Politik Partisipasi Masyarakat dan SDM menyebutkan pihaknya sudah maksimal dalam pelaksanaan sosialisasi ke daerah-daerah. Bahkan Muharam menyebutkan, Kecamatan Lakbok merupakan prioritas utama yang digarap KPU Ciamis.

Loading...

“Terkait pernyataan tingginya angka golput di Lakbok, harus diperjelas dulu yang dimaksud Golput oleh mereka seperti apa? Karena kalau pengertian orang secara sadar misalnya tidak mau ikut Pemilu, itu berbeda dengan orang yang tidak bisa ikut Pemilu karena dia tidak bisa datang ke TPS, itu kan beda,” kata Muharam, Senin (26/3/2019).

Lebih lanjut Muharam mengatakan angka golput di Lakbok memang paling tinggi dibandingkan kecamatan lain di Ciamis, namun tingginya angka golput tersebut bukan karena para pemilih tidak mau ikut Pemilu, melainkan karena banyaknya warga Lakbok yang berada di luar kota.

“Partisipasi di Lakbok memang paling rendah, bukan karena masyarakat tidak mau memilih, tapi karena mereka ada di luar kota, sehingga pas hari H mereka tidak bisa pulang, karena permasalahan biaya dan sebagainya,” ungkapnya.

Muharam juga mengungkapkan, Kecamatan Lakbok jadi prioritas utama sosialisasi KPU. Menurutnya, telah banyak Sosialisasi yang dilakukan KPU di Lakbok yang melibatkan banyak pihak, termasuk para pemuda Lakbok sendiri.

“Kalau sosialiasai secara face to face, door to door, orang per orang memang tidak, karena keterbatasan SDM, namun kami sudah sering mengadakan acara sosialiasi yang melibatkan PPS, PPK, para relasi, relawan demokrasi termasuk juga para pemudanya juga hadir,” kata Muharam.

Menurut Muharam, sosialiasasi paling maksimal nanti akan dilakukan oleh petugas KPPS yang akan menyerahkan undangan pada para pemilih.

“KPPS secara face to face, harus ketemu dengan orangnya, ketika menyerahkan undangan. Nah, di sana dijelaskan agar para penerima undangan datang ke TPS-TPS untuk ikut Pemilu,” katanya.

Sementara itu, menurut Muharam di tingkat Jawa Barat, target partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Ciamis sebesar 77,5%. Namun, Muharam optimis target tersebut tercapai bila melihat partisipasi masyarakat Ciamis dalam Pilkada yang mencapai 78,4%.

“Di Jawa Barat, kita ditarget 77,5%. Kami optimis dengan sosialiasai yang dilakukan oleh para relasi, PPK, PPS dan lainnya partisipasi pemilih di Ciamis bisa mencapai 80%,” kata dia.

Karena itu Muharam mengajak seluruh lapisan masyarakat Ciamis yang sudah terdaftar untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dalam memilih calon pemimpin bangsa.

“Masyarakat Ciamis, tanggal 17 april 2019, hari Rabu, berbondong-bondonglah datang ke TPS, karena pada waktu itulah masa depan kita ditentukan. Memang tidak langsung terasa seperti halnya ketika kita makan cabe rawit yang yang bisa langsung kerasa pedesnya, tetapi terasanya nanti apabila pemimpin yang kita pilih mengeluarkan kebijakan-kebijakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada pemberitaan Radar Tasikmalaya, Ketua Forum Pemuda Lakbok Jaya (FPLJ) Nasiran menyebutkan angka golongan putih (golput) di Kecamatan Lakbok sangat tinggi. Menurut Nasiran pada 2018, angka golput di Lakbok mencapai 1.000 lebih.

Nasiran khawatir apabila hal tersebut dibiarkan, maka golput akan semakin tambah tinggi pada pemilu nanti.

“Tingginya golput salah satunya disebabkan karena banyak masyarakat yang belum paham teknis menggunakan hak suara. Terutama para pemilih pemula,” kata Nasiran. (galuh.id/arul)

loading...

Penulis : K Putu Latief

Gambar Gravatar
Menulis untuk kepuasan, mengedit untuk kebahagiaan.

Komentar

BERITA SELANJUTNYA