oleh

Kurangi Plastik, Pedagang Ayam di Lumbung Ciamis Gunakan Pipiti Sebagai Bungkus

Hubungi
 
 

Lumbung, galuh.id – Pedagang ayam di Lumbung, Kabupaten Ciamis menggunakan pipiti untuk bungkus ayam goreng atau ayam bakar yang mereka jual, apa alasannya?

Berbagai macam cara untuk mengurangi penggunaan pembungkus plastik, karena plastik memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai dalam tanah.

Loading...

Tidak heran, berbagai aktifis atau penggiat lingkungan hidup berkampanye tentang bahaya sampah plastik yang lambat laun akan membahayakan lingkungan.

Maka berbagai upaya untuk pengurangan pembungkus dari plastik pun dilakukan, salah satunya dengan menggunakan pembungkus yang mudah terurai serta tidak mencemari lingkungan.

Seperti yang dilakukan oleh Herliana Fazri, pedagang ayam bakar dan ayam goreng yang berdagang di Lumbung. Herliana menggunakan kemasan dagangannya dengan pipiti.

Menurut pedagang ayam di Lumbung ini, ide menggunakan pipiti dalam rangka mengurangi penggunaan plastik kemasan. Selain itu juga untuk membantu para pengrajin pipiti agar terus produksi.

“Awalnya sih saya ingin mengurangi sampah plastik, meskipun mungkin tidak begitu berpengaruh besar karena saya pemesanan pipiti masih terbatas,” jelasnya.

Pedagang Ayam di Lumbung ini Ingin Membantu Pengrajin Pipiti

Selain itu, Fazri menambahkan dirinya ingin berpartisipasi memberdayakan para pengrajin pipiti. Dia berharap upaya yang dilakukannya diikuti oleh pedagang yang lain.

“Penggunaan pipiti ini tentunya akan menjadi ciri khas dan menjadi daya tarik tersendiri untuk konsumen,” tambah pedagang yang memberikan nama usahanya Ayam Bakar Kang Ayi.

Fazri mengorder pipiti dari pengrajin langsung yang berada di Pamarican. Pemesanan masih terbatas sekitar 100 pasang, namun tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Menurut pedagam ayam di Lumbung ini, penggunaan pipiti sebagai kemasan ini tergolong aman karena setiap kemasan terdapat 2 pipiti yang dipasangkan sehingga kemasan menjadi tertutup.

“Beberapa konsumen mengakui, penggunaan pipiti ini aman, bahkan untuk perjalanan jauh pun tergolong aman karena tertutup,” jelas Fazri.

Selain unik kemasan dalam pipiti ini mengingatkan kembali pada masa lalu, dimana belum menggunakan istilah nasi dus atau nasi kotak.

Jadi dengan pipiti yang digunakan oleh pedagang ayam di Lumbung ini seperti nostalgia pada masa-masa sebelum ada nasi kotak atau nasi dus. Selain menyantap ayam goreng/ayam bakar memori kembali ke masa lalu. (GaluhID/Ardiansyah)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA