Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Kurangi Plastik, Pedagang Ayam di Lumbung Ciamis Gunakan Pipiti Sebagai Bungkus

Lumbung, galuh.id – Pedagang ayam di Lumbung, Kabupaten Ciamis menggunakan pipiti untuk bungkus ayam goreng atau ayam bakar yang mereka jual, apa alasannya?

Berbagai macam cara untuk mengurangi penggunaan pembungkus plastik, karena plastik memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai dalam tanah.

Tidak heran, berbagai aktifis atau penggiat lingkungan hidup berkampanye tentang bahaya sampah plastik yang lambat laun akan membahayakan lingkungan.

Maka berbagai upaya untuk pengurangan pembungkus dari plastik pun dilakukan, salah satunya dengan menggunakan pembungkus yang mudah terurai serta tidak mencemari lingkungan.

Seperti yang dilakukan oleh Herliana Fazri, pedagang ayam bakar dan ayam goreng yang berdagang di Lumbung. Herliana menggunakan kemasan dagangannya dengan pipiti.

Menurut pedagang ayam di Lumbung ini, ide menggunakan pipiti dalam rangka mengurangi penggunaan plastik kemasan. Selain itu juga untuk membantu para pengrajin pipiti agar terus produksi.

“Awalnya sih saya ingin mengurangi sampah plastik, meskipun mungkin tidak begitu berpengaruh besar karena saya pemesanan pipiti masih terbatas,” jelasnya.

Pedagang Ayam di Lumbung ini Ingin Membantu Pengrajin Pipiti

Selain itu, Fazri menambahkan dirinya ingin berpartisipasi memberdayakan para pengrajin pipiti. Dia berharap upaya yang dilakukannya diikuti oleh pedagang yang lain.

“Penggunaan pipiti ini tentunya akan menjadi ciri khas dan menjadi daya tarik tersendiri untuk konsumen,” tambah pedagang yang memberikan nama usahanya Ayam Bakar Kang Ayi.

Fazri mengorder pipiti dari pengrajin langsung yang berada di Pamarican. Pemesanan masih terbatas sekitar 100 pasang, namun tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Menurut pedagam ayam di Lumbung ini, penggunaan pipiti sebagai kemasan ini tergolong aman karena setiap kemasan terdapat 2 pipiti yang dipasangkan sehingga kemasan menjadi tertutup.

“Beberapa konsumen mengakui, penggunaan pipiti ini aman, bahkan untuk perjalanan jauh pun tergolong aman karena tertutup,” jelas Fazri.

Selain unik kemasan dalam pipiti ini mengingatkan kembali pada masa lalu, dimana belum menggunakan istilah nasi dus atau nasi kotak.

Jadi dengan pipiti yang digunakan oleh pedagang ayam di Lumbung ini seperti nostalgia pada masa-masa sebelum ada nasi kotak atau nasi dus. Selain menyantap ayam goreng/ayam bakar memori kembali ke masa lalu. (GaluhID/Ardiansyah)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Tahun Ajaran Baru 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Guru di Ciamis Keliling ke Rumah Siswa

Berita Ciamis, galuh.id - Tahun Ajaran Baru 2020 sudah dimulai Senin (13/7/2020), namun kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum...

Adaptasi Kebiasaan Baru Warga Ciamis Diminta Rajin Olahraga

Berita Ciamis, galuh.id - Adaptasi Kebiasaan Baru Warga masyarakat Ciamis diminta untuk rajin olahraga. Karena olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan...

Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota DPR RI Bagikan Sembako di Ciamis dan Pangandaran

Berita Ciamis, galuh.id - Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota Dewan DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Jabar X berikan bantuan sembako di Kabupaten...

Temukan Kami

49,358FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.