Longsor Ancam Puluhan Rumah di Ciamis, Banjir Rendam Sawah dan Permukiman

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Tanah longsor mengancam puluhan rumah dan banjir rendam sawah dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis selama beberapa hari terakhir.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis selama beberapa hari mengakibatkan sejumlah bencana alam di beberapa kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi bahwa bencana pergerakan tanah dan banjir terjadi secara hampir bersamaan di tiga wilayah, menyebabkan kerusakan dan mengancam keselamatan warga.

“Kami telah menerima laporan dari berbagai pihak di lapangan. Saat ini fokus kami adalah pada penanganan cepat, pemetaan risiko, dan pengiriman bantuan awal ke wilayah terdampak,” ujar Ani, Selasa (21/5/2025).

- Advertisement -

Pergerakan tanah terjadi di Dusun Jamuresi, Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa pada Jumat (9/5/2025) malam pukul 23.45 WIB.

Akibat hujan deras yang berlangsung berhari-hari, tanah bergeser dan mengancam 17 rumah warga, dengan 3 rumah di antaranya terdampak langsung.

“Tiga rumah mengalami kerusakan, dan meskipun belum ada korban jiwa, kondisi ini sangat berbahaya karena retakan tanah masih aktif,” jelas Ani.

Upaya sementara yang dilakukan warga adalah mengalihkan saluran air agar tidak memperburuk retakan.

- Advertisement -

Banjir Rendam Sawah dari Luapan Sungai Citanduy

Laporan banjir akibat luapan Sungai Citanduy juga terjadi di Dusun Desa, Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti pada Rabu pagi (21/5/2025).

Sedikitnya 1,5 hektare sawah milik 20 kepala keluarga (KK) terendam air, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 25 juta.

“Warga bersama pemerintah desa dan relawan langsung bergotong royong meninggikan tanggul untuk menahan luapan air lebih lanjut. Upaya ini patut diapresiasi,” tutur Ani.

Puskesmas Payungsari juga melaporkan terjadinya banjir dan longsor yang berdampak pada tiga desa, yaitu Sindangmukti, Sindangherang, dan Landeuh. Total 42 rumah terdampak, dengan 130 jiwa termasuk lansia, balita, dan ibu hamil ikut terdampak.

Ani menegaskan bahwa penanganan bencana kali ini melibatkan berbagai pihak. Mulai dari Tagana, TNI-Polri, relawan, pramuka peduli, hingga organisasi lokal seperti RAPI dan RCS.

“Kami berterima kasih atas respons cepat dari semua pihak. Namun demikian, koordinasi lintas sektor dan ketersediaan logistik tetap menjadi kunci untuk penanggulangan jangka pendek dan pemulihan jangka panjang,” pungkasnya.

BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Terutama bagi yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Permudah Pelajar Miliki KTP-el, Disdukcapil Ciamis Luncurkan WASTU KANCANA

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan untuk menerapkan inovasi WASTU KANCANA. Program ini bertujuan memudahkan perekaman KTP elektronik bagi pelajar, mendukung kelancaran Sistem Penerimaan Murid Baru 2026, dan meningkatkan kesadaran administrasi kependudukan di kalangan pelajar.

Artikel Terkait