Ciamis, galuh.id – Mabes Polri bersilaturahmi ke ponpes Nurussalam Cikoneng Ciamis dalam rangka silatruahmi Umaro dan Ulama, Minggu (24/02/2019).

Silaturahmi yang mengambil tema “Membangun Sinergitas Dalam Menciptakan Stabilitas Kamtibmas Menjelang Pemilu 2019 yang Aman dan Damai” ini diikuti para guru dan semua santri Nurussalam.

AKBP H. Syuhaimi, SH Kanit Kamneg. Mabes Polri menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut untuk silaturahmi Polri dalam rangka operasi Mantap Brata yang tugasnya menjaga situasi dan keamanan Indonesia agar tetap kondusif. Kegiatan ini, kata Syuhaimi, juga digelar di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

“Kami dari Mabes Polri melibatkan seluruh elemen lapisan masyarakat tanpa terkecuali termasuk pondok pesantren, mahasiswa dan organisasi masyarakat,” katanya.

Syuhaimi juga mengajak masyarakat untuk menciptakan situasi yang kondusif sehingga tercipta Pemilu aman, damai, dan tentram sehingga pemimpin yang terpilih nantinya adalah pemimpin yang berkualitas.

“Alhamdulillah responnya positif dan mereka tahu tujuan kita adalah untuk kemaslahatan umat dan tidak berpihak ke salah satu pasangan calon, semuanya berdiri di atas ketentuan yang ada,” kata Syuhaimi saat ditanya respon pihak pesantren atas kunjungannya.

Pada kesempatan tersebut, Mabes Polri memberikan bantuan berupa semen dan keramik yang dibutuhkan Pesantren Nurussalam untuk membangun dapur umum sebagai tempat masak dan makan para santri.

“Ini hanya partisipasi saja, kami ingin berkontribusi untuk meringankan bangunan yang sedang dibangun. Namanya kita tamu datang ke sini wajar memberikan kenang-kenangan dan semoga bermanfaat,” ucapnya.

Sementara KH. Maksum Abdurohman LC, perwakilan dari Pondok Pesantren Nurussalam mengatakan Pileg dan Pilpres ini tanggung jawab bersama, karena itu santri, ustad dan seluruh warga Pondok Pesantren secara keseluruhan menyambut kegiatan dan kunjungan dari Propam Mabes Polri.

“Kami sangat senang dengan silaturahmi ini, bahwasannya Islam itu cinta damai, berkeadilan,” terangnya.

K.H Maksum menambahkan pondok pesantren Nurussalam memiliki 450 orang santri dan 200 orang warga pesantren beserta guru-guru. Kata K.H Maksum mereka nantinya bisa menyalurkan aspirasi dengan memilih pemimpin yang bisa membawa Indonesia lebih barokah. Karena itu, salah satu pimpinan pondok pesantren ini berharap KPU bisa menyediakan TPS sendiri.

“Kepada KPU untuk TPS-nya bisa disediakan di Pondok Pesantren sehingga nantinya pada saat memilih tidak terlalu jauh,” pungkas wakil Pimpinan Ponpes Nurussalam Cikoneng Ciamis.

(Arul)

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini