Mahasiswa KKN Cipaku Ikut Pengajian Masjid, Soroti Isu Kekerasan Perempuan dan Anak

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Mahasiswa KKN dari Universitas Galuh (Unigal), Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis, dan Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya ikut serta dalam pengajian bulanan di Masjid Jami Al Huda Babakan Desa Cipaku, Minggu (24/8/2025).

Pengajian diawali dengan penampilan hadroh Al Huda yang membawakan lantunan sholawat untuk menyambut jamaah dan tamu undangan.

Kepala Desa Cipaku, Juhana, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya rangkaian perayaan HUT RI ke-80 di desanya.

“Alhamdulillah perayaan HUT RI di Desa Cipaku berjalan meriah, dan kami berharap tahun depan bisa lebih meriah lagi,” ucapnya.

- Advertisement -

Selain itu, ia juga menginformasikan kepada warga bahwa pada Selasa nanti pihak BPJS akan datang ke desa.

“Silakan bagi yang ada masalah terkait BPJS datang ke kantor desa pukul 08.30 WIB,” ujar Juhana.

Ia juga menyinggung pentingnya peran dusun dalam menjaga keamanan dan mencegah kasus pelecehan seksual maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pengajian di Masjid Cipaku Eratkan Silaturahmi

Sementara itu Ketua MUI Desa Cipaku, KH Furqon, menyampaikan informasi penting dari Bupati Herdiat Sunarya terkait maraknya kasus pelecehan seksual di Kabupaten Ciamis.

- Advertisement -

Dari Januari sampai Agustus 2025, tercatat ada 50 kasus pelecehan seksual. Bahkan ada kasus anak SD kelas 5 yang hamil dan melahirkan.

“Ini sangat memprihatinkan. Bupati meminta MUI, DMI, dan kepala desa ikut menyampaikan pesan ini kepada masyarakat,” jelas Furqon.

Ia menegaskan bahwa pelecehan seksual bukan hanya berupa sentuhan. Tetapi juga bisa berbentuk catcalling, stalking, hingga tindakan di ruang publik seperti jalan umum, transportasi, sekolah, dan kampus.

Ia mengajak masyarakat untuk berani menegur, melaporkan, serta tetap menjaga keharmonisan dan tanggung jawab bersama.

Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa KKN Unigal Desa Cipaku, Tatang Hidayat, menilai pengajian bulanan menjadi wadah penting untuk menambah wawasan sekaligus mempererat silaturahmi.

“Kami sangat bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan pengajian ini. Selain sebagai sarana ibadah, pengajian juga menjadi media penyampaian informasi penting bagi masyarakat,” ujarnya.

“Sebagai mahasiswa, kami merasa perlu ikut berperan aktif dalam mendukung upaya pemerintah desa dan tokoh agama dalam menjaga moral serta ketahanan sosial masyarakat,” tambahnya. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Permudah Pelajar Miliki KTP-el, Disdukcapil Ciamis Luncurkan WASTU KANCANA

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan untuk menerapkan inovasi WASTU KANCANA. Program ini bertujuan memudahkan perekaman KTP elektronik bagi pelajar, mendukung kelancaran Sistem Penerimaan Murid Baru 2026, dan meningkatkan kesadaran administrasi kependudukan di kalangan pelajar.

Artikel Terkait