Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Mantan Sekretaris KPU Pangandaran Jadi Tersangka Korupsi Biaya Mamin dan ATK

Ciamis, galuh.id – Kejaksaan Negeri Kabupaten Ciamis menetapkan mantan sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pangandaran tahun 2015 sebagai tersangka kasus korupsi biaya makan, minum dan Alat Tulis Kantor (ATK).

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Kejari Ciamis Andi Andika Wira usai memperingati Hari Bakti Adyaksa ke-59 di Kantor Kejari Ciamis, Jalan Siliwangi, Senin (22/7/2019).

“Benar mantan sekretaris KPU Pangandaran tahun 2015 saat ini sudah ditetapkan tersangka dan terjerat kasus korupsi biaya Mamin dan ATK. Tersangka belum ditahan, namun tidak lama lagi kita akan panggil,” ujarnya.

Andi mengungkapkan tersangka berinisial P tersebut pada tahun 2015 menjabat sebagai Sekretaris KPU selaku penanggung jawab. Saat itu, KPU Pangandaran masih menginduk ke KPU Ciamis lantaran masih dalam masa transisi (pemekaran wilayah). 

“Tersangka memalsukan bon biaya makanan, minuman dan ATK, yang mengarahkan ke Kasubag. Saat itu tidak ada kaitannya dengan Pilkada hanya biaya operasional sehari-hari saja,” katanya.

Akibat perilaku tersangka, kata Andi, negara dirugikan Rp. 148 Juta. Jumlah tersebut berdasarkan penghitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat. 

“Kerugian negara sebesar Rp. 148 Juta akibat perilaku tersangka, angka tersebut hasil perhitungan BPKP Jabar,” tuturnya.

Menurutnya, uang yang dikorupsi oleh tersangka sudah dikembalikan seluruhnya. Namun walaupun uang dikembalikan proses hukum akan tetap dilakukan. Dikembalikan uang tersebut hanya dapat meringankan hukuman tersangka, namun tidak membatalkan proses hukum yang sedang berjalan.

“Uangnya sudah dikembalikan seluruhnya oleh tersangka, namun proses hukum akan tetap berlanjut, uang dikembalikan bisa meringankan hukuman tersangka,” tandasnya.

Lanjut Andi, saat ini tersangka sudah tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris KPU Pangandaran. Kini, tersangka merupakan PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangandaran.

“Tersangka merupakan PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangandaran, dan sudah tidak lagi menjabat sebagai sekertaris KPU Pangandaran,” katanya. (galuh.id/Arul)

Redaksi GaluhID
Galuh.ID terbangun dari tidur yang panjang soal keberadaan berita hoax yang semakin hari semakin meresahkan.
Loading...
loading...

Artikel Terkait

Tahun Ajaran Baru 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Guru di Ciamis Keliling ke Rumah Siswa

Berita Ciamis, galuh.id - Tahun Ajaran Baru 2020 sudah dimulai Senin (13/7/2020), namun kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum...

Adaptasi Kebiasaan Baru Warga Ciamis Diminta Rajin Olahraga

Berita Ciamis, galuh.id - Adaptasi Kebiasaan Baru Warga masyarakat Ciamis diminta untuk rajin olahraga. Karena olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan...

Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota DPR RI Bagikan Sembako di Ciamis dan Pangandaran

Berita Ciamis, galuh.id - Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota Dewan DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Jabar X berikan bantuan sembako di Kabupaten...

Temukan Kami

49,358FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.