Banjar, galuh.id – Kota Banjar, Jawa Barat, kembali heboh dengan terlibatnya 10 pemuda dalam kasus narkoba, tiga di antaranya yang terjerat berstatus pelajar.
Faktor ekonomi disebut sebagai salah satu alasan utama mereka nekat terlibat dalam penyalahgunaan barang haram ini.
Menurut Kasat Narkoba Polres Banjar, Iptu Dadang Sutisna, peredaran narkoba meningkat pasca perayaan Idul Fitri.
“Sebetulnya di Banjar itu bersih, tapi kembali marak karena saat Lebaran kemarin banyak yang dari kota besar datang, terus mungkin menawarkan. Terus faktor lainnya karena ekonomi,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolres Banjar, Senin (14/4/2025).
Dalam pengungkapan enam kasus terbaru, polisi menetapkan 10 tersangka. Empat di antaranya kini ditahan, tiga anak di bawah umur menjalani proses hukum khusus, dan tiga lainnya rehabilitasi di BNNK Ciamis.
Barang bukti yang polisi amankan meliputi 1,95 gram ganja, 10,4 gram tembakau sintetis, dan 5.354 butir obat keras tertentu (OKT).
Dadang menegaskan, para tersangka menghadapi ancaman hukuman berat sesuai Undang-undang, mulai dari lima tahun hingga penjara seumur hidup.
Polres Banjar juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada terhadap pergaulan anak-anak mereka. Jangan sampai pelajar kembali terjerat kasus narkoba.
“Jangan sampai terjerumus dalam lingkaran narkoba dan obat-obat terlarang lainnya. Dan jangan pernah sesekali mencoba narkoba,” pesan Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar, Iptu Hermawan. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
