Mieling Ngadegna Galuh, Dari Ciamis untuk Persatuan Bangsa

213

Ciamis, galuh.id,– Mieling Ngadegna Galuh merupakan gelaran yang diselenggarakan untuk mengingat berdirinya Kerajaan Galuh 23 Maret 612 Masehi-23 Maret 2019. Gelaran ini dihadiri oleh sejumlah raja yang tergabung dalam FKSN (Forum Kerajaan Seluruh Nusantara) pada Sabtu (23/3/2019). Gelaran yang dipusatkan di Pendopo Selagangga dan Situs Jambasari, Ciamis, Jawa Barat ini akan digelar hingga tengah malam nanti.

Diawali dengan Kirab Budaya pada Sabtu pagi, beberapa helaran nampak meramaikan karnaval yang diawali dari Keraton Selagangga di Jalan Sudirman hingga Pendopo Bupati Ciamis. Bebegig Sukamantri,  Wayang Landung, dan sejumlah kelompok seni menjadi pusat perhatian warga masyarakat Ciamis. Usai Kirab Budaya, acara kemudian dipusatkan di Situs Jambansari dengan penampilan berbagai kesenian dari berbagai pelosok Ciamis.

Rd. Hanif Radinal, yang dikenal sebagai Raja Galuh, pada kesempatan tersebut mengatakan Mieling Ngadegna Galuh merupakan upaya untuk melestarikan berbagai ajaran hidup yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satunya adalah ajaran persatuan yang karena berbagai perbedaan terlihat hampir hilang dari kehidupan masyarakat sekarang ini.

“Kita mulai dengan hidup berdampingan, hukum toleransi, saling menghargai perbedaan dan menjadikan sebagai perjalanan kita dalam berjuang di jalan yang benar,” kata Rd Hanif.

Tujuan Mieling Ngadegna Galuh, kata Rd. Hanif adalah untuk mempersatukan kembali apa yang disebutnya sebagai ke-Galuh-an yang pernah ada. “Terutama ingin membangkitkan kembali tali persaudaraan jati diri bangsa dan persatuan sehingga Insya Allah ke depan kita semua bisa bersama-sama dalam ke-Bhinekaan Tunggal Ika, tetap bersatu walau dalam berbagai perbedaan,” katanya.

Selain itu, kata Rd. Hanif tujuan lain dari Mieling Ngadegna Galuh, yakni melalui budaya semua dipersatukan tanpa terbawa arus perbedaan politik.  “Semoga persaudaraan yang kita bangun semakin erat, sehingga tujuan kita bersama dapat tercapai dengan baik tanpa ada halangan yang berarti, Rahayu Jaya di Buana,” pungkasnya.

Sementara Ricky Andriawan Mardjadinata, ketua pelaksana gelaran Mieling Ngadegna Galuh mengatakan gelaran ini merupakan upaya agar para generasi muda tidak lupa jati dirinya. Rencananya gelaran ini akan dilaksanakan setiap tahun.

“Mieling Ngadegna Galuh ini momen napak tilas perjalanan dan bentuk penghormatan kami sebagai para Putra Galuh dimana setiap tanggal 23 Maret akan diadakan. Ini adalah sebuah spirit persaudaraan untuk napak tilas perjalanan kerajaan Galuh,” kata Ricky.

Ricky juga menyampaikan harapannya dengan Mieling Ngadegna Galuh, bisa memberikan contoh yang baik di tengah carut marut perpolitikan yang memecah belah persatuan. “Kita dengan berbagai golongan ternyata di Tatar Galuh ini tidak terjadi, dengan balutan budaya kita masih bisa bersatu dan ini menjadi contoh, pembawa pesan juga buat bangsa kita bahwa dengan budaya kita masih bersatu, dan harapan besar bagi bangsa ini untuk tetap maju dan tetap semakin erat dalam persaudaraan,” katanya.

Rencananya gelaran Mieling Ngadegna Galuh masih akan berlangsung hingga tengah malam nanti, berbagai acara kesenian akan dipentaskan yang didukung pula oleh berbagai tokoh seni, mulai dari Budi Dalton, Man Jasad, Godi Suwarna, hingga pergelaran Ronggeng Gunung, bertempat di Pendopo Selagangga, Jalan Jenderal Sudirman, Ciamis. (galuh.id/Ndu)

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini