Kamis, 22 April 2021
Kamis, 22 April 2021
BJB

Olahraga Pakai Masker Berbahaya dan Sebabkan Kematian? Simak Faktanya!

Olahraga pakai masker menjadi perdebatan karena dinilai berisiko. Meski pandemi Covid-19, orang-orang mulai keluar rumah dalam rangka adaptasi kebiasaan baru. Memakai masker saat keluar rumah dianggap sebagai era normal baru.

Terus-terusan berada di rumah membuat orang merasa jenuh dan cepat stress. Oleh karena itu, sebagian orang tetap memakai masker saat harus pergi berolahraga. Namun, apakah saat berolahraga di luar ruangan aman memakai masker?

Kemungkinan yang Terjadi Saat Olahraga Pakai Masker

Saat Anda memakai masker, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Kondisi ini memicu hal yang tak diinginkan sehingga cenderung dianggap berbahaya.

Keracunan Karbondioksida

Baru-baru ini tengah beredar kabar yang menjadi viral dimana seorang pesepeda gowes meninggal saat berolahraga di sekitar Monas, Jakarta Pusat. Penyebabnya dikatakan akibat keracunan karbon dioksida karena olahraga pakai masker.

Menurut Dokter jantung dari Siloam Hospital, dr Vito A Damay, SpJP penumpukan karbondioksida sangat mungkin terjadi. Karena masker sedikit menghalangi pertukaran udara. Oleh karena itu, disarankan memakai jenis masker yang tepat.

Masker kain memungkinkan pertukaran udara lebih lancar ketimbang masker N95. Kondisi orang yang menderita penyakit paru, penyakit jantung, serta perokok adalah yang paling rentan mengalami risiko keracunan karbondioksida.

Tips Agar Olahraga Pakai Masker Aman dan Nyaman

Untuk menerapkan pola hidup sehat, olahraga perlu dilakukan minimal seminggu sekali. Selain itu aktivitas di luar ruangan juga memberi suasana baru. Menghirup udara segar di pagi hari yang belum tercemar polusi dapat melancarkan oksigen ke otak. Agar tetap aman dan nyaman, simak tips berikut.

Gunakan Jenis Masker yang Tepat

Masker kain paling aman digunakan saat berolahraga, tetapi kemampuan filtrasinya rendah. Saat Anda berolahraga pakai masker kain, pori-pori yang longgar lebih memungkinkan pertukaran udara.

Namun, perlu dipahami juga bahwa ini tidak sepenuhnya menghindarkan Anda dari bahaya penularan virus corona. Sehingga jika Anda pergi olahraga berkelompok, disarankan tetap menjaga jarak satu sama lain.

Kalau perlu, bawa masker cadangan. Ketika masker kain basah oleh keringat, kemampuan filtrasinya semakin buruk. Boleh saja olahraga menggunakan masker selama masih tersisa ruang antara mulut dan hidung.

Perhatikan Riwayat Kesehatan

Orang yang memiliki riwayat penyakit paru, penyakit jantung, dan perokok sebaiknya tidak olahraga pakai masker. Karena masker membatasi asupan oksigen yang masuk, sehingga rentan sebabkan serangan jantung.

Namun, bukan berarti Anda jadi tidak berolahraga sama sekali. Situasi lingkungan yang sepi dan tak ada orang, memungkinkan Anda berolahraga tanpa masker. Tetapi jangan lupa segera mencuci tangan saat selesai olahraga.

Pertimbangkan pula beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan di rumah. Seperti senam aerobik, yoga, dan pilates. Ketika tubuh Anda terasa fit, maka stress dan kejenuhan dapat dihindari.

Tak hanya saat berolahraga, memakai masker juga dianggap tak nyaman oleh orang yang memiliki riwayat asma. Ini dikarenakan asupan oksigen yang terbatas, sehingga penderita asma tidak betah memakai masker terlalu lama.

Kemampuan Fisik dan Durasi Olahraga

Semakin lama Anda berolahraga, maka intensitas semakin meningkat. Jika Anda melakukan olahraga pakai masker, disarankan memilih jenis kegiatan yang ringan. Misalnya jalan santai, jogging, atau bersepeda.

Ketika Anda masih bisa bicara selama olahraga, berarti kemampuan fisik masih kuat. Jenis olahraga yang disertai target tertentu biasanya dinilai lebih berat, seperti membentuk otot misalnya, dapat dilakukan di tempat sepi agar tak perlu pakai masker.

Sarana olahraga umum tetap mengharuskan orang pakai masker. Sehingga, Anda tetap perlu mematuhi peraturan agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Olahraga di sekitar rumah lebih membebaskan Anda.

Kesimpulannya, olahraga pakai masker tetap aman bagi tubuh selama kita merasa nyaman. Masker kain lebih memungkinkan pertukaran udara, meski pasokan oksigen terbatas. Untuk itu disarankan melakukan kegiatan yang ringan-ringan saja. (GaluhID/Elsa)

 
 
Loading...

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,715FansSuka
241PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya