Foto: facebook Hawex

Ciamis, Galuh ID – Roni Sahroni, pegiat grasstrack Ciamis tergugah dengan bakat para grasstracker -sebutan untuk para atlet grasstack atau pembalap grasstrack- Ciamis. Potensi mereka membuat Roni berjuang agar para grasstracker ini bisa mewakili Ciamis dalam Gelaran balap Eksibisi PORDA Grasstrack Jawa Barat menuju PON ke-20 Papua 2020.

“Melihat potensi si pembalap, si atlet, kita memperjuangkan dan berharap si atlet ini dikarenakan orang Ciamis, kita yang peduli otomotif dan pegiat otomotif, saya mengupayakan bagaimana caranya si atlet bisa dikirim mewakili Ciamis dalam Eksibisi Porda Jabar menuju PON 2020,” kata Roni, manajer tim grasstrack Ciamis mengawali ceritanya.

Tetapi, minimnya dana membuat Roni dan timnya berpikir ulang. Roni sempat pula bertanya pada Pemda Ciamis, tetapi tidak ada anggaran untuk mendanai tim grasstrack Ciamis.

“Orang Ciamis banyak yang tahu tentang grasstrack, tetapi tahunya ada duitnya. Makanya kita pilih mana yang nyari untung mana yang benar-benar ingin bergerak memajukan grasstrack Ciamis, daripada banyak omong, nggak banyak kerja,” terang Roni.

Masalah dana menemui titik terang setelah Roni menghimpun pegiat grasstrack di Forum Otomotif Ciamis Bersatu (FOCB). Roni menyebutkan nama-nama seperti H. Jamal Mega Baja, H. Roni Gapuraning Rahayu, dan H. Otong, Ketua Yayasan UNIGAL, mereka adalah para pengusaha Ciamis yang ikut menjadi sponsor tim grasstrack Ciamis. Bukan itu saja, Hawex salah satu brand yang memproduksi jersey pembalap asal Ciamis ikut jadi sponsor dengan memberikan jersey spesial untuk para pembalap.

Melalui Forum Otomotif Ciamis Bersatu disepakati pula untuk memakai motor pinjaman dalam rangka menekan dana agar tidak membengkak.

“Untuk spek motor yang digunakan kan tidak sembarangan, terus kita berpikir kalau membeli motor maka dana membengkak, karena itu siapapun dari Ciamis untuk Ciamis yang mau meminjamkan motor sementara untuk dipakai balap, karena kita ingin seiirit mungkin tapi hasilnya maksimal. Motor alhamdulillah ada yang support, bahkan dari forum tersebut untuk dana pun ada yang nyumbang seratus dua ratus hingga jutaan,” terang Roni.

Ketika masalah dana selesai, bukan berarti jalan tim grasstrack Ciamis mudah, mereka kemudian terbentur masalah administrasi. Masalah itu hadir ketika IMI Korwil Ciamis tidak bisa mengeluarkan rekomendasi untuk mengikuti eksibisi, alasannya IMI Korwil Ciamis telah dibekukan. Roni harus bolak-balik meyakinkan beberapa pihak agar mau memberikan rekomendasi.

“Sampai saya terpaksa bilang, kalau begini terus dunia grasstrack Ciamis nggak bisa maju!” Tegas Roni.

Rekomendasi pun akhirnya didapat Roni dari KONI kabupaten Ciamis, setelah sebelumnya IMI Jawa Barat menyarankan mereka untuk meminta rekomendasi pada KONI Ciamis.

Timnya pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, Lintasan permanen Karang Para, Kebonmanggu, Gunung Guruh, Sukabumi, Jawa Barat menjadi saksi perjuangan grasstracker Ciamis yang keluar sebagai juara umum pada 10-11 November 2018 lalu.

Gelar juara umum itu setelah atlet grasstrack Ciamis meraih 3 kelas podium tertinggi dari 4 kelas yang dilombakan. Mereka adalah Fitra Nurahman Yanuar yang meraih podium di kelas Trail 4 Tak 150 cc S/D 20 Tahun Perorangan. Kemudian pada kelas Trail 4 Tak 150 cc 21 Tahun + Perorangan podium dipersembahkan oleh Adi Sucipto. Grastracker yang akrab disapa Adi Ceto ini bersama Ade Hendrayana Komara juga meraih podium di kelas Trail 4 Tak 150 cc 21 Tahun + Beregu. Sementara itu, pada kelas Trail 4 tax 150 cc 20 tahun beregu, Fitra Nurahman Yanuar bersama Agung Rahayu meraih podium kedua.

“Saya ingin membuktikan Ciamis bisa! Jangan sampai mereka para atlet, para pembalap grasstrack ini diakui oleh daerah lain, tahu-tahu mereka juara kemudian diakui oleh Bogor misalnya, kalau juara kan yang bangga Ciamis juga,” pungkas Roni.

(Arul/K. Putu Latief)

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini