Senin, 1 Maret 2021
Senin, 1 Maret 2021
 
 

Pemerintah Wajibkan Masyarakat Gunakan Masker Saat Bepergian

Berita Nasional, galuh.id – Pemerintah Indonesia menginstruksikan agar masyarakat gunakan masker saat bepergian atau keluar rumah, sesuai dengan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Demikian disampaikan jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal Youtube BNPB, Minggu (5/4/2020).

Sesuai rekomendasi WHO, semua masyarakat diimbau menggunakan masker saat bepergian. Pemerintah juga meminta masyarakat menggunakan masker kain. Masker bedah, masker N95, hanya untuk petugas kesehatan.

“Penggunaan masker kain menjadi penting, saat berada di luar, kita tidak tahu orang tanpa gejala bisa menjadi sumber penyakit,” terang jubir Yuri.

Oleh sebab itu, semua diimbau masyarakat gunakan masker hal itu untuk melindungi diri, terutama pada saat keluar rumah.

Yuri juga menyarankan agar penggunaan masker kain tidak lebih dari 4 jam. Setelah digunakan, masker kain harus direndam air sabun kemudian dicuci.

Penggunaan masker adalah upaya untuk mencegah penularan. Karena pada saat di luar rumah, tanpa disadari, banyak sekali yang memiliki potensi untuk dapat menularkan virus.

Selain penggunaan masker saat berada di luar rumah. Yuri juga meminta masyarakat untuk menghilangkan kebiasaan menyentuh wajah, mulut, dan hidung, sebelum mencuci tangan dengan sabun.

Prihatin Banyak Tenaga Medis yang Menjadi Korban Virus Corona

Dalam konferensi pers tersebut, Yuri pun turut menyampaikan keprihatinan terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan yang menjadi korban karena tertular virus Corona.

Melihat kondisi ini, pemerintah kemudian berkomitmen kuat untuk melindungi tenaga medis dengan terus menerus memberikan alat pelindung diri (APD) bagi mereka.

Hal itu bertujuan agar tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan profesional. Selain itu juga supaya bekerja dengan nyaman, tanpa ada kekhawatiran terpapar virus.

Sat ini tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 sudah diaktifkan di 21 provinsi dan 127 kabupaten/kota di tanah air.

Dimana gugus tugas ini merupakan sarana berkoordinasi secara komprehensif bagi semua sektor di dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Lebih lanjut Yuri mengatakan, saat ini sudah lebih dari 82,5 milyar dana yang diterima pemerintah. Dana tersebut dari donasi semua negara di seluruh penjuru dunia.

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak berkecil hati. Pemerintah dengan sekuat tenaga akan memberikan darma bakti yang sebesar-besarnya untuk melindungi seluruh masyarakat dari ancaman Covid-19.

Menurutnya, dalam menghadapi pandemi corona ini, kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam pengendalian wabah virus Corona.

“Social dan physical distancing sudah bukan berbentuk imbauan lagi, tapi sudah dimaknai suatu perintah yang harus dilaksanakan bersama-sama,” pungkas Yuri. (GaluhID/Evi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Partai Demokrat Pecat Pengkhianat, Sesuai Aspirasi Dari Kader

Berita Nasional, galuh.id - Partai Demokrat pecat pengkhianat, hal tersebut berdasarkan desakan yang kuat dari para kader Partai Demokrat. Para Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...

Kapan Pengumuman Seleksi Prakerja Gelombang 12? Ini Jawaban dari Pihak PMO

Kapan pengumuman seleksi Prakerja gelombang 12? Seperti yang Anda tahu, jika pendaftaran Kartu Prakerja untuk gelombang ini telah pemerintah tutup pada Jumat(26/2/2021). Setelah pendaftaran ditutup,...

Arti Kartu Prakerja Sedang Dievaluasi Pada Dashboard

Arti Kartu Prakerja sedang dievaluasi, status ini mendadak membingungkan para calon peserta Prakerja karena terus muncul di halaman dashboard mereka. Status tersebut banyak warganet pertanyakan...

Temukan Kami

47,924FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya