Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Pencatat Scoorer Pertandingan Bola Voli Pantai Asian Games 2018 Ternyata Orang Ciamis

Apa jadinya pertandingan olahraga tanpa orang-orang yang bertugas sebagai technical official? Technical official adalah sebutan bagi mereka yang bertugas sebagai wasit, hakim garis hingga pencatat scoorer.

Venue Pertandingan Bola Voli Pantai Asian Games 2018

Khusus yang terakhir, pencatat scoorer dalam pertandingan bola voli tidak hanya mencatat skor yang tercipta pada suatu pertandingan, mereka juga harus mencatat pergantian pemain dan time out yang sudah diberikan, nantinya jika pelatih atau kapten tim meminta informasi tersebut maka pencatat scoorer harus memberikan informasi tersebut kepada mereka.

Selain itu, pencatat scoorer juga bertugas mencatat dan mengawasi semua urutan servis dari masing-masing tim dan mencatat semua teguran dan peristiwa yang terjadi saat pertandingan terjadi. Iya, mereka yang bertugas sebagai pencatat scoorer punya andil penting dalam suatu pertandingan bola voli. Kemana wasit yang bertugas akan mengecek skor pertandingan jika pencatat scoorer tidak ada? Anda bisa bayangkan jika misalnya di ajang sebesar Asian Games 2018 tidak ada pencatat scoorer.

Salah satu orang yang bertugas sebagai pencatat scoorer di pertandingan bola voli pantai Asian Games 2018 adalah Arif Suhendra, pria kelahiran Ciamis, 16 April 1988. Setiap harinya Arif Suhendra bersama 8 petugas pencatat scoorer lainnya bertugas di 2 pertandingan bola voli pantai Asian Games 2018 mulai tanggal 18 Agustus sampai dengan tanggal 28 Agustus 2018.

Sebenarnya bukan kali ini saja Arif Suhendra dipercaya sebagai pencatat scoorer, Arif pernah bertugas di level nasional, yaitu Voli Pantai Nasional Indonesia Open Seri II di Painan, Sumatera Barat pada tahun 2018 dan ajang Indonesia Open Sirkuit Nasional seri III tahun 2017 di Lapangan Bola Voli Pantai Sport Jabar, Arcamanik Bandung.

“Alhamdullilah bangga banget bisa bertugas di Asian Games, soalnya Asian Games nggak tahu kapan lagi bisa terselenggara di Indonesia,” ujar Arif ketika ditanya tentang kesannya bisa bertugas di ajang sebesar Asian Games 2018. Walau begitu Arif mengakui jika tugasnya itu cukup berat karena dirinya membawa nama baik daerah dan provinsi bahkan nama Indonesia.

(K. Putu Latief) Ciamis – Galuh ID

K Putu Latief
Menulis untuk kepuasan, mengedit untuk kebahagiaan.
Loading...
loading...

Artikel Terkait

Tahun Ajaran Baru 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Guru di Ciamis Keliling ke Rumah Siswa

Berita Ciamis, galuh.id - Tahun Ajaran Baru 2020 sudah dimulai Senin (13/7/2020), namun kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum...

Adaptasi Kebiasaan Baru Warga Ciamis Diminta Rajin Olahraga

Berita Ciamis, galuh.id - Adaptasi Kebiasaan Baru Warga masyarakat Ciamis diminta untuk rajin olahraga. Karena olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan...

Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota DPR RI Bagikan Sembako di Ciamis dan Pangandaran

Berita Ciamis, galuh.id - Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota Dewan DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Jabar X berikan bantuan sembako di Kabupaten...

Temukan Kami

49,360FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.