Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Citanduy Hebohkan Warga Banjar

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Banjar, galuh.id – Warga Banjar dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengambang di Sungai Citanduy, tepatnya di lingkungan Doboku, Kelurahan Pataruman, Jum’at (27/12/2024) sore.

Korban, yang berambut pendek dan mengenakan pakaian berwarna merah, ditemukan sekitar pukul 15.15 WIB dalam kondisi tak bernyawa.

Kehebohan ini bermula saat warga setempat melihat tubuh perempuan tersebut mengapung di permukaan sungai.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ajat Sudrajat, mengonfirmasi, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan tersebut dan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

- Advertisement -

“Iya, kami mendapatkan informasi adanya penemuan mayat yang mengambang di Sungai Citanduy,” ujar Ajat di lokasi kejadian.

Evakuasi Dramatis di Tengah Derasnya Arus Sungai

Proses evakuasi mayat berlangsung penuh tantangan akibat derasnya arus sungai.

Tim BPBD bersama warga sekitar harus berjuang ekstra keras untuk membawa jenazah ke tepian. Namun, upaya mereka akhirnya berhasil.

“Tadi proses evakuasi cukup lama karena air yang deras, tapi alhamdulillah korban berhasil dievakuasi,” tambah Ajat.

- Advertisement -

Usai dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Kota Banjar untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, identitas perempuan yang ditemukan di Sungai Citanduy tersebut masih belum diketahui.

Pihak berwenang kini tengah menyelidiki lebih lanjut guna mengungkap siapa korban dan apa yang menyebabkan kematiannya. (GaluhID/Diana)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Imbas Surat Edaran Pusat, Program MBG Ciamis Dihentikan Sementara 18 Hari ke Depan

Program Makan Bergizi (MBG) di Ciamis dihentikan sementara selama libur sekolah, berlaku bagi anak sekolah dan penerima kategori B3. Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Badan Gizi Nasional. Penghentian berlangsung 18 hari, dimulai 22 Juni 2026, dengan sosialisasi yang baik agar masyarakat memahami situasi ini.

Artikel Terkait