Selasa, 19 Oktober 2021 | 0:34
Selasa, 19 Oktober 2021
More
    BJB

    Pengelola Mobil Odong-odong di Ciamis Diimbau Utamakan Keselamatan

    Oleh :

    Berita Ciamis, galuh.id – Kepala Dinas Perhubungan Ciamis, Bambang Hermansyah, mengimbau pengelola mobil odong-odong untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan aturan.

    Hal tersebut ia ungkapkan menyusul adanya kecelakaan di Dusun Gunungsari, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis pada Minggu (20/6/2021).

    “Imbauan bagi pengelola mobil odong-odong, utamakan keselamatan penumpang. Mesti utamakan aturan demi keselamatan penumpang,” ucapnya, Selasa (22/6/2021).

    Ia menjelaskan, aturan yang harus pengelola utamakan seperti kapasitas penumpang harus 50% (sesuai aturan Covid-19), cek sistem pengereman, sistem kinerja mesin.

    “Selain itu, jangan gunakan jalan yang menjadi jalur angkutan umum,” papar Bambang.

    Ia mengungkapkan bahwa dulu odong-odong banyak di wilayah Kecamatan Cihaurbeuti. Bahkan pada saat itu, sempat kumpulkan lantaran tidak beraturan.

    Karena berbenturan dengan masalah penghasilan warga atau pengelola odong-odong sehingga akhirnya membuat suatu kesepakatan.

    Misal, mobil odong-odong tidak beroperasi di jalur angkutan umum. Kemudian, membuat jam tayang atau jam operasional odong-odong.

    “Ketika itu, kesepakatan hanya di komunitas tersebut. Tapi saat ini, odong-odong di Ciamis malah semakin banyak,” jelas Bambang.

    Bambang menilai odong-odong yang ada saat ini jauh dari kata layak yang sesuai dengan aturan.

    Dari sisi regulasi, kalau mobil speknya juga ada. Sekarang odong-odong yang ada hanya rekondisi.

    “Pengelola mobil odong-odong dihimbau untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Taati ketentuan dan aturan yang berlaku proses perizinannya lakukan uji tipe, uji KIR dan lainnya,” jelas Bambang.

    Ia mengatakan, saat ini pihaknya akan mengedukasi masyarakat dan para pengusaha odong-odong agar lebih mengutamakan keselamatan dan penegakkan aturan.

    “Kami bukan ingin melegalkan odong-odong yang sudah ada. Repotnya memang dihubungkan dengan masalah mencari nafkah,” ucapnya.

    “Namun harus ada komitmen dari pengelolanya untuk tetap mengutamakan keselamatan dan aturan,” tegas Bambang. (GaluhID/Rizal)

    Editor : Evi

    Loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    286PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan