Rabu, 25 Mei 2022
Rabu, 25 Mei 2022
More

    Penguasa Gunung Sawal Ciamis ‘Beristeri’ Tiga

    Ciamis, galuh.id – Si ‘Abah’ yang dikenal sebagai penguasa Gunung Sawal memiliki tiga ‘istri’. Abah merupakan sebutan untuk macan tutul Jawa yang pernah dilepas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Ciamis.

    “Si Abah memiliki kekuasaan separuh wilayah Gunung Sawal dan dia memiliki 3 istri atau betina. hal tersebut karena wilayah kekuasaannya sangat luas, si Abah di Gunung Sawal paling ditakuti oleh macan tutul yang lainnya,” ujar Himawan Sasongko, kepala bidang KSDA willayah III Ciamis, Jum’at (5/7/2019).

    Iklan

    Sebelumnya BKSDA Ciamis melepaskan macan tutul jantan berusia 13 tahun yang diberi nama si ‘Abah’. Macan tutul tersebut dilepaskan pada Oktober 2018 lalu di wilayah konservasi seluas 5.300 hektare Gunung Sawal Ciamis.

    “Konservasi Gunung Sawal dihuni 5 ekor macan tutul Jawa, dengan pantauan 18 monitoring video CCTV,  sudah ada perkembangan dengan bertambahnya dua ekor macan, yaitu satu macan kumbang dan satu macan tutul dewasa,” ujarnya.

    Iklan

    Kata dia, pengelolaan di wilayah hutan Gunung Sawal berjalan baik, kini populasi macan tutul Jawa bertambah dari 5 ekor menjadi 9 ekor.

    “Ketika Si Abah dilepaskan harus ada kegiatan monitoring, tidak hanya untuk si Abah tapi juga untuk memotret populasi yang ada di sekitarnya. Dari situ kita bisa melihat perkembangan populasi di Gunung Sawal untuk mengambil langkah-langkah berikutnya,” katanya.

    Iklan

    Menurutnya, BKSDA ciamis akan terus memonitoring melalui patroli langsung maupun menggunakan kamera yang dipasang di beberapa titik strategis di Gunung Sawal, termasuk di perbatasan antara Gunung Sawal dengan hutan produksi atau hutan rakyat.

    “Di sini ada keterlibatan masyarakat yang mendukung pelestarian hutan Suaka Margasatwa Gunung Sawal, yakni lewat keberadaan Forum Raksa Giri Sawala,” ujarnya.

    Himawan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perburuan, karena akan muncul beberapa potensi ancaman terhadap populasi macan tutul.

    “Milsalnya perburuan babi hutan, selain bawa senapan mereka juga membawa anjing dan memasang jebakan-jebakan satwa, yang nantinya akan membahayakan mangsa ataupun satwa yang dilindungi yaitu macan tutul dan satwa lindung lainnya,” pungkasnya. (galuh.id/Arul)

    Iklan
    Loading...

    ARTIKEL TERKAIT

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

     
     

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    355PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan