PKM Unigal Dorong Pemasaran Gula Semut Mekarmulya Ciamis, KWT Dilatih Digital Marketing

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Keterbatasan akses pasar yang selama ini menjadi tantangan bagi para pengrajin gula semut di Desa Mekarmulya, Pamarican Ciamis kini mulai dicarikan solusi.

Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Unggulan, Tim PKM Unigal menggulirkan pelatihan literasi digital marketing bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarwangi. Sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi warga.

Salah satu tim pelaksana, Rifki Abdul Malik, menjelaskan bahwa program ini untuk menjawab masalah utama pemasaran gula semut yang hingga kini masih bergantung pada pengepul.

“Selama ini para pengrajin hanya menjual secara konvensional. Akibatnya, harga ditentukan pengepul. Sementara jangkauan pasar sangat terbatas. PKM ini hadir untuk mengubah itu,” ujar Rifki.

- Advertisement -

Program yang berlangsung selama enam bulan tersebut fokus mengajarkan strategi pemasaran digital, pembuatan akun marketplace, penguatan branding, hingga desain kemasan modern. Agar produk gula semut dari Desa Mekarmulya mampu bersaing di platform online.

Desa Mekarmulya yang berdiri sejak 2011 merupakan salah satu sentra penghasil gula aren terbesar di Kabupaten Ciamis. Hampir setiap kebun memiliki pohon aren, dan sekitar 75 persen warganya bekerja sebagai petani serta pengolah nira.

Namun pemasaran produk masih lakukan dengan pola lama dari rumah ke pengepul. Sehingga pendapatan masyarakat rata-rata hanya berkisar Rp1 juta–Rp1,5 juta per bulan.

Padahal gula semut memiliki potensi pasar yang kuat karena indeks glikemiknya rendah dan banyak peminat konsumen modern.

- Advertisement -

“Potensi besar ini tidak akan maksimal tanpa sentuhan teknologi. Karena itu kami ingin masyarakat mampu menjual langsung ke pasar yang lebih luas,” tambah Rifki.

Pelatihan Pemasaran Gula Semut Mekarmulya

Tim PKM menghadirkan paket pelatihan komprehensif yang mencakup:

1. Literasi Digital & Digital Marketing
Pengenalan konsep pemasaran online, strategi konten, hingga cara memanfaatkan media sosial dan e-commerce.
2. Workshop Pembuatan Akun
Semua peserta dibimbing membuat akun marketplace dan profil bisnis digital.
3. Inovasi Packaging, Labeling, Branding
Desain kemasan modern menggunakan vacuum sealer agar produk lebih awet dan bernilai jual tinggi.
4. Pendampingan Manajemen Usaha
Mulai perencanaan produksi hingga evaluasi penjualan.

Program juga mendapat dukungan dari Pemdes Mekarmulya, Balai Penyuluhan Pertanian, dan TP PKK Desa.

KWT Mekarwangi terpilih sebagai mitra karena memiliki antusiasme tinggi dan kapasitas produksi yang terus meningkat. Para anggota kelompok juga telah lama ingin memperluas pasar keluar daerah, namun terkendala keterbatasan kemampuan digital.

Menurut Rifki, dengan adanya pelatihan tersebut, KWT terdorong untuk membentuk kelompok usaha bersama (KUBE) agar pendampingan berkelanjutan lebih terstruktur.

“Kami ingin perempuan di desa menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dengan memanfaatkan teknologi. Digital marketing bukan hanya tren, tetapi kebutuhan,” jelasnya

Program PKM targetnya menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Antara lain pengrajin mulai mengenal cara pemasaran digital, semangat berwirausaha meningkat.

Kemudian peserta memiliki akun bisnis dan mampu berjualan di marketplace. Kemasan, label, dan branding produk gula semut semakin berkualitas. Manajemen usaha KWT menjadi lebih teratur dan profesional.

Bahkan, hasil kegiatan rencananya di publikasikan pada jurnal berakreditasi Sinta 3 serta di arahkan menuju pendaftaran HKI.

Pelaksanaan program meliputi survei lapangan, sosialisasi, pelatihan tatap muka, pendampingan intensif, hingga evaluasi bulanan.

Keberlanjutan program akan perkuat melalui pembentukan kelompok usaha dan transfer teknologi kepada masyarakat.

Rifki menambahkan PKM ini sebagai bentuk kontribusi kampus dalam memajukan ekonomi lokal.

“Digitalisasi adalah Jalan Baru bagi Gula Semut Mekarmulya,” ucapnya

Rifki berharap melalui pendekatan riset dan inovasi dari PKM dapat menjadi momentum penting bagi KWT Mekarwangi untuk naik kelas.

Dengan transformasi pemasaran dari konvensional ke digital, maka dapat membuka akses pasar lebih luas. Serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

“Semoga poduk gula semut Mekarmulya tidak hanya terkenal di Ciamis, tetapi juga di pasar nasional. Dan digital marketing adalah pintu gerbangnya,” pungkasnya. (GaluhID/Resa)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Menjelang Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, manajemen PSGC Ciamis fokus pada pembenahan Stadion Galuh untuk memenuhi standar club licensing FIFA dan AFC. Meskipun stadion dianggap layak, regulasi baru mengharuskan peningkatan infrastruktur, termasuk pencahayaan dan kapasitas. PSGC telah lolos evaluasi awal tanpa pengurangan poin, namun harus memenuhi persyaratan lebih lanjut. Manajemen juga mempersiapkan tim dan melakukan seleksi pemain lama serta berkomunikasi dengan pemain asing.

Artikel Terkait