Profil Shin Tae-yong, Pelatih Asal Korsel yang Antarkan Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2020

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Setelah 13 tahun merumput bersama Seongnam, Shin Tae-yong memutuskan untuk memulai petualangan baru ke Australia dan bergabung dengan Brisbane Roar.

Namun kebersamaannya dengan Brisbane Roar tak berlangsung lama karena Shin Tae-yong memutuskan untuk pensiun akibat cedera.

Selama karirnya menjadi pelatih, Shin Tae-yong dikenal dengan pelatih yang punya ribuan strategi dan sulit ditebak oleh lawan.

Jejak Karir Shin Tae-yong

Berbicara mengenai profil Shin Tae-yong, tentu tidak akan lepas dari jejak karirnya dalam melatih banyak tim.

- Advertisement -

Shin Tae-yong mengawali karir di dunia kepelatihan seusai keputusannya untuk pensiun dari Brisbane Roar.

Klub Seongwa FC sangat berperan dalam karir kepelatihan Shin Tae-yong. Shin Tae-yong akhirnya kembali melayani Seongwa sebagai Caretaker di tahun 2008.

Nama klub tersebut kini menjadi Seognam FC yang berkompetisi di liga teratas Korea (K-league 1). Saat diasuh Shin Tae-yong, Seongnam FC berhasil jadi pemenang AFC Champions League edisi 2010 dan FA Korea pada 2011.

Namun, akhir tahun 2012 kebersamaannya dengan Seongnam FC kembali berakhir dan Shin Tae-yong sempat menganggur selama 1 tahun.

- Advertisement -

Setelah itu Shin Tae-yong kembali menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Korea Selatan. Setelah 7 bulan, ia ditunjuk untuk jadi pelatih interim.

Shin Tae-yong Berhasil Bawa Korea Selatan Juara AFC Cup U-23

Saat menjadi pelatih Timnas Korea Selatan, Shin tae-yong mampu membawa timnya menembus fase perempat final Olimpiade 2016 Brazil dan berhasil menyabet gelar juara AFC Cup U-23.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Diduga Curi Satu Dus Minyak Goreng di Pasar Banjarsari Ciamis, Seorang Perempuan Diamankan dan Dinasihati Pedagang

Seorang perempuan berusia sekitar 35 tahun diamankan oleh pedagang pasar Banjarsari, Ciamis, pada 2 Agustus 2026, karena diduga mencuri satu dus minyak goreng Bimoli. Pelaku mengaku melakukan pencurian karena masalah ekonomi untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Setelah diinterogasi, ia dilepaskan dengan nasihat.

Artikel Terkait