Jumat, 25 Juni 2021
Jumat, 25 Juni 2021
BJB

Ratusan Warga Antusias Ikuti Tradisi Merlawu di Ciamis

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Ratusan warga Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, mengikuti kegiatan tradisi Merlawu di Situs Kabuyutan Gandoang, Jumat (6/11/2020).

Masyarakat rutin menggelar tradisi setiap tahun pada bulan Mulud ini untuk mendoakan tokoh atau leluhur zaman dulu yang telah berjasa bagi masyarakat Desa Wanasigra.

Meski dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan tetap berlangsung namun dengan protokol kesehatan ketat. Setiap warga yang datang harus memakai masker.

Di Situs Gandoang terdapat makam sesepuh dan tokoh masa lalu yakni Syekh Padamatang yang sangat berjasa dalam kemajuan Desa Wanasigra.

Ngarangki atau mengganti pagar makam Syekh, mengawali prosesi Tradisi Merlawu. Kemudian siangnya melaksanakan Nyiraman benda pusaka di Bumi Pakuncen.

Sebelum hari puncak Merlawu, malam harinya panitia melakukan pawai keliling desa untuk mengumumkan bahwa akan ada acara puncak dari kegiatan tradisi ini.

Acara puncak Tradisi Merlawu berlangsung pada hari Jumat (6/11/2020) pukul 7 pagi hingga selesai, dengan isi tawasulan dan doa bersama ke makam Syekh Padamatan.

Prosesi Tradisi Merlawu di Ciamis

Kepala Desa Wanasigra Yudi Wahyudi menerangkan kegiatan adat Merlawu ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmat rezeki dan hasil bumi yang melimpah.

”Ini bentuk rasa syukur kami. Atas Nikmat dan hasil bumi yang melimpah. Juga sebagai bentuk terima kasih kepada sesepuh,” ujar Yudi, Jumat (6/11/2020).

Sehari sebelum ziarah ke makam Syekh Padamatan, warga Desa Wanasigra membersihkan Pusaka peninggalan Syekh yang tersimpan pada sebuah tempat khusus di balai desa.

Setelah pelaksanaan ziarah di makam Syekh Padamatan, ratusan warga Desa Wanasigra ini kemudian melakukan makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur.

Makanan tersebut berasal dari perbekalan warga yang sukarela kumpulkan. Lalu bagi-bagi secara bersama-sama.

Bagi warga yang akan berdoa di makam Syekh, saat memasuki area makam harus melepaskan alas kaki. Hal ini sebagai bentuk penghormatan. Sekaligus menjaga agar area makam tetap bersih dan terjaga.

Selama prosesi adat Merlawu, sambung Yudi, pihaknya melaksanakan protokol kesehatan. Menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di pintu masuk, serta menyiapkan pengukur suhu tubuh.

“Kami beri pengertingan kepada warga. Saat Merlawuh untuk tetap melaksanakan 3M. Menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
256PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan