Kamis, 26 Mei 2022
Kamis, 26 Mei 2022
More

    Remaja Ciamis Direhabilatasi Karena Kecanduan Game Online

    Panumbangan, galuh.id – Sejumlah remaja direhabilitasi akibat kecanduan main game online di Pondok Pesantren Nurul Firdaus, yang terletak di Dusun Panoongan RT 19/06  Desa Kertaraharja,  Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

    “Sampai saat ini sudah hampir 18 remaja yang direhab akibat kecanduan main game online, kecanduan medsos,  kecanduan gadget dan kecanduan judi online,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Firdaus, Dr. Gumelar, S.Pd.,MM.,CH., CHt., pNNLP, saat dikonfirmasi Galuh ID, Kamis (25/04/2019).

    Iklan

    Lanjut Gumelar, 18 orang remaja tersebut direhab sejak bulan Januari sampai dengan April 2019. Semuanya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. “Termasuk dari Kabupaten Ciamis ada sekitar dua orang, sisanya berasal dari luar Kabupaten Ciamis,” terangnya.  

    Menurut Gumelar, para remaja tersebut direhab setelah kecanduan game jenis Mobile Legends, DOTA, PUBG hingga judi online.

    Iklan

    “Hal ini cukup prihatin, karena banyak generasi muda kecanduan game online bahkan berjudi lewat game online, ini sangat berbahaya bagi masa depan penerus bangsa apabila didiamkan,” tuturnya.

    Akibat kecanduan game online, para remaja tersebut menderita halusinasi, delusi, dan asocial. Selain itu, mereka juga berperilaku agresi, sehari-hari mereka hanya mengurung diri di kamar. Selain juga mengalami kelainan pada mata juga mengalami gangguan fokus. Tak sedikit remaja yang kecanduan game online yang gelisah hingga sulit tidur.

    Iklan

    Gumilar juga mengatakan, para remaja yang kecanduan game online juga bisa putus sekolah, karena sehari-hari hanya bermain game dengan durasi lebih dari lima jam perhari. Mereka juga kerap berbohong sampai ada yang nekad mencuri untuk mendukung hobinya bemain game online tersebut.

    “Kecanduan main game akan merusak jiwa dan raga, memang saat ini juga ada yang sukses menjadi seorang gamer hingga mendapatkan penghasilan, namun hanya sebagian kecil saja yang bisa sukses,” terang Gumilar.

    Gumilar mengimbau kepada seluruh orang tua agar mengawasi anaknya dan membatasi anaknya bermain medsos dan bermain game. Tujuannya agar anak terhindar dari kecanduan bermain medsos ataupun game online.

    “Kami khawatir dengan kondisi ini, makanya sekali lagi kami titip kepada semua orang tua awasi terus anaknya dan gunakan gedget atau komputer secara bijak,” pungkasnya. (galuh.id/Arul)

    Iklan
    Loading...

    ARTIKEL TERKAIT

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

     
     

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    355PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan