Reses Anggota DPRD Jabar di Cikupa Ciamis, Tokoh Masyarakat Soroti Minimnya Fasilitas Wisata Cipanas

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Tokoh masyarakat Desa Cikupa Ciamis, Dadang, menyampaikan aspirasi dan keprihatinannya terkait kondisi fasilitas objek wisata Cipanas yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Reses III Tahun Sidang 2024–2025 anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai NasDem, Heri Rafni Kotari, Rabu (23/7/2025).

Dalam dialog bersama warga, Dadang mengungkapkan bahwa jalan menuju objek wisata Cipanas saat ini masih dalam kondisi rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Hal ini berdampak langsung pada minat kunjungan wisatawan yang sangat rendah.

- Advertisement -

“Kami punya potensi wisata alam yang bagus, tapi kalau jalannya rusak dan fasilitasnya minim, orang malas datang. Akibatnya warga tidak bisa menikmati dampak ekonomi dari sektor wisata,” ujar Dadang.

Belum adanya fasilitas penunjang seperti tempat parkir yang layak, toilet umum. Kemudian area istirahat menjadi kendala utama dalam mengembangkan Cipanas sebagai destinasi wisata desa yang menarik.

“Seharusnya tempat wisata seperti ini bisa jadi sumber ekonomi baru bagi warga. Tapi kalau tidak ada dukungan dari pemerintah, kami sulit mengembangkan sendiri,” katanya.

Dadang berharap kehadiran Heri Rafni Kotari dalam reses ini menjadi momentum. Agar infrastruktur wisata Cipanas masuk dalam agenda prioritas pembangunan di tingkat provinsi.

- Advertisement -

“Kami titip harapan kepada Pak Heri agar bisa memperjuangkan ini. Jalan dan fasilitas wisata harus dibangun supaya ekonomi warga bisa tumbuh dari pariwisata,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Menjelang Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, manajemen PSGC Ciamis fokus pada pembenahan Stadion Galuh untuk memenuhi standar club licensing FIFA dan AFC. Meskipun stadion dianggap layak, regulasi baru mengharuskan peningkatan infrastruktur, termasuk pencahayaan dan kapasitas. PSGC telah lolos evaluasi awal tanpa pengurangan poin, namun harus memenuhi persyaratan lebih lanjut. Manajemen juga mempersiapkan tim dan melakukan seleksi pemain lama serta berkomunikasi dengan pemain asing.

Artikel Terkait