oleh

Ritual di Situs Batu Panjang Ciamis Ini Dipercaya Bisa Lancarkan Rezeki

 
 

Ciamis, galuh.id – Situs Batu Panjang Ciamis yang ada di Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, banyak dikunjungi peziarah yang melakukan ritual tertentu dengan maksud ingin rezeki dan usaha lancar. Situs ini sendiri merupakan salah satu tempat yang dianggap sebagai peninggalan zaman prasejarah.

Ritual tersebut yaitu dengan merentangkan kedua tangan pada batu panjang sambil berdo’a pada Yang Maha Kuasa. Ritual ini diyakini agar rezeki dan usaha lancar. Berdo’a pada ritual ini ditujukan pada Sang Pencipta, bukan pada batu, batu hanya sebagai perantara saja.

“Kalau mau lancar rezeki, membukur batu panjang tiga kali sambil berdoa. Kalau tiga kali ukurannya pas maka Insya Allah rezeki mengalir, tapi kalau ukuran tidak sesuai maka belum. Abah hanya mengingatkan berdoa tetap sama Allah, jangan memohon sama yang lain,” terang Juru Kunci Situs Batu Panjang Ciamis, Bah Sahidi (65) seperti dikutip dari Detik.

Selain ritual untuk mendatangkan rezeki tersebut, terdapat mitos lainnya, yakni mitos bahwa berdo’a di tempat ini bisa lancar main kendang dan bagi pesinden bisa disukai banyak penonton. Hal ini karena dari  ratusan batu yang ada, terdapat sebuah batu yang tumpukan dan susunannya mirip sebuah kendang, sehingga dikenal dengan sebutan batu kendang.

Ada beberapa pengunjung yang datang dengan tujuan agar dilancarkan sebagai penabuh kendang ataupun menjadi sinden, sehingga disukai oleh para penonton.

“Ada yang datang ke sini seperti yang mau lancar pinter main kendang, atau jadi sinden, ritualnya hanya berdoa saja ditempat ini. Tapi berdoa bukan sama batu, tapi sama yang Maha Kuasa, Gusti Yang Maha Suci,” kata Bah Sahidi.

Menurut Bah Sahidi, berdasarkan cerita orang tuanya dulu, batu panjang ini juga merupakan tempat petilasan pada zaman kerajaan. Batu Panjang ini diduga merupakan tempat peristirahatan para raja. 

Bah Sahidi juga menerangkan saat malam hari, ketika suasana sepi sering terdengar bunyi gamelan yang sedang dimainkan, bunyi tersebut berasal dari batu itu. Namun, ketika dihampiri ke lokasi hamparan batu panjang ini, suara tersebut tiba-tiba hilang. Ketika ditinggalkan lagi, suara gamelan tersebut terdengar lagi.

“Ada juga yang sengaja sering tidur di sini, kemudian berdoa di sekitar batu panjang ini pada malam hari, mereka juga sering mendengar suara seperti gamelan yang dimainkan, tapi suaranya seperti datang dari kejauhan,” pungkasnya. (galuh.id/Nenjo)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA