Banjarsari, galuh.id – Satu tahun sudah Pasar Rakyat Banjarsari berdiri, tetapi pasar yang menempati lahan bekas Terminal Banjarsari Ciamis ini belum juga ditempati para pedagang. Hal ini mengundang tanya dan perbincangan di kalangan para pedagang tradisional Banjarsari.

Pasar rakyat ini dibangun pada awal Agustus 2017 dan selesai pada November 2017 dengan menghabiskan dana Rp. 5 Milyar lebih yang berasal dari dari anggaran APBN.

Rencananya Kios yang ada di Pasar Rakyat yang baru dibangun ini diperuntukan bagi pedagang Blok A sementara Los yang posisinya berada di bagian dalam gedung di peruntukan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) tanpa dipungut biaya.

Dari informasi yang galuh.id dapatkan, kios-kios yang ada telah dibagikan kepada pedagang Blok A yang berhak menempatinya. Sementara untuk Los hingga kini belum ada pembagian ke para PKL. Beberapa kali rencana penempatan pasar baru ini selalu gagal.

Kondisi pasar rakyat Banjarsari saat ini cukup memprihatinkan

“Dulu ada informasi bulan Agustus akan digunakan, kemudian November dan hingga di pertengahan akhir tahun 2018 belum terlihat ada tanda-tanda bahwa pasar baru ini akan segera ditempati,” ujar Agus, salah satu pedagang di Banjarsari.

Sementara itu, Kepala UPTD Koperasi UKM dan Perdagangan Banjarsari, Aep Nugraha ketika ditemui di ruang kerjanya pada Senin (17/12/2018) mengaku belum mengetahui secara pasti kapan Pasar Rakyat itu akan digunakan, “tetapi informasi dari Dinas hanya tinggal menunggu keluar SK-nya saja, untuk informasi yang lebih mendetailnya silakan tanyakan saja ke Dinas,” ujarnya.

Dari pantauan galuh.id di lokasi, ada beberapa kios bagian luar yang telah digunakan untuk berdagang, sementara keadaan di dalam gedung Pasar Rakyat Banjarsari terlihat tidak terawat dengan baik, lantai dan dinding dipenuhi kotoran, debu dan plastik yang masuk lewat sela-sela pintu gerbang.

(Uus)

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini