Minggu, 26 Juni 2022
Minggu, 26 Juni 2022
More

    Sayembara Fotomodus, Cara Seniman Galuh ‘Ngawarah’ Penginjak Batu Lambang Peribadatan

    Berita Ciamis, galuh.id – Seniman Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Godi Suwarna, menggelar Sayembara Fotomodus. Sayembara tersebut merupakan cara Godi untuk memberi pelajaran atau ‘ngawarah’ para pelaku penginjak Batu Lambang Peribadatan di Situs Karangkamulyan.

    Godi yang mengaku geram dengan kelakuan para penginjak Batu Lambang Peribadatan mendapat ide sayembara dari Hendra Marcusi.

    Iklan

    Awalnya, Hendra Marcusi, musisi Tatar Galuh Ciamis yang memberi ide untuk mengadakan Sayembara Fotomodus. Godi pun menyambut baik ide tersebut.

    Tak sampai di sana, sokongan juga datang dari Nanang Permana, Ketua DPRD Ciamis yang menyediakan hadiah Rp 3 juta untuk 3 orang pemenang sayembara.

    Iklan

    Nanang disebut Godi sangat mendukung agar para pelaku penginjak Batu Lambang Peribadatan bisa diusut ke jalur hukum.

    Syarat dan Ketentuan Sayembara Fotomodus

    Dalam laman Facebook-nya, Godi menjelaskan, syarat dan ketentuan sayembara. Peserta bisa siapa saja, asalkan memiliki akun Facebook.

    Iklan

    Sayembara berupa foto yang tengah menginjak sesuatu lengkap dengan pose seperti dua peneliti Varman Institute yang menginjak Batu Lambang Peribadatan di Situs Karangkamulyan.

    Foto boleh diedit dengan aplikasi apapun, asal hasilnya tambah bagus. Selain itu, foto juga dilengkapi dengan tulisan seperti halnya meme.

    Nantinya foto diunggah di kolom komentar pengumuman sayembara di laman Facebook Godi Suwarna. Hendra Marcusi selaku juri akan memilih 3 foto terbaik yang akan mendapatkan hadiah masing-masing Rp 3 juta.

    Sayembara ini dibuka mulai 30 Oktober dan akan ditutup pada 10 November 2020. Sementara untuk pemenang akan diumumkan pada 13 November 2020.

    Selain sayembara foto, Godi Suwarna juga mempersilakan siapa saja untuk ikut berkomentar. Komentar paling unik akan mendapatkan buku kumpulan Carpon ‘Murang-maring’.

    “Prung, geura makarya di dieu, Lur! Itung-itung unjukrasa ku seni foto mémé (teu nganggo k), ngabudalkeun rupaning kaharendeg ku laku lampahna para palaku kasus Karangkamulyan, nu teu rumasaeun salah, da geuning nyebut dipitnah, anu kalah tambah ningkah!” tulis Godi dalam laman Facebook-nya. (GaluhID/Ndu)

    Iklan
    Loading...

    ARTIKEL TERKAIT

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    365PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan