oleh

Selama Ramadan, Kulit Beduk di Ciamis Laku Keras

Hubungi
 
 

Ciamis, galuh.id – Haer (43) penjual kulit beduk di Ciamis kebanjiran rezeki selama Ramadan ini. Pasalnya, Haer yang telah puluhan tahun menggeluti usaha penjualan kulit badak tersebut, mendapat banyak pesanan kulit beduk dari daerah Ciamis maupun dari luar Ciamis.

“Di Ciamis hanya ada 4 penjual kulit beduk itu pun saudara semuanya dan itu turun temurun dari orangtuanya masing-masing,” ujar Haer saat diwawancara di tempat jualannya yang ada di Kelurahan Maleber, Ciamis, Kamis (09/05/2019).

Loading...

Haer juga mengatakan selama bulan Ramadan kulit beduk sangat laku karena digunakan untuk malam takbiran. Haer mengaku sudah memiliki pelanggan dari wilayah Ciamis dan luar Ciamis yang sengaja datang ke Ciamis untuk membeli kulit beduk.

“Harga satu buah kulit beduk 350 ribu, selama bulan Ramadan habis sekitar 40 biji kulit beduk dan untuk stok kulitnya dikumpulin pada saat lebaran Iduladha,” ucapnya.

Selain jualan kulit beduk, Haer juga berjualan kupat tahu, namun selama Ramadan, usaha kupat tahunya tutup sementara. Ia pun sibuk berjualan kulit beduk di tempat usaha yang sama yang biasa ia pakai untuk berjualan kupat tahu.

“Usaha beduk ini meneruskan usaha dari orang tua dan tujuannya bukan hanya untuk mencari rezeki namun untuk melanjutkan kebiasaan orang tua menjual kulit beduk agar tetap lestari,” tuturnya.

Haer juga berharap tradisi ngadulag atau menabuh beduk saat Ramadan tidak punah, sehingga menjadi tradisi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Saya hanya menjual kulit beduk yang berasal dari kulit sapi, karena kalau kulit kerbau sudah sangat jarang, kulit sapi juga bisa bertahan hingga 4 sampai dengan 5 tahun,” kata Haer.

Menurut Haer, kulit sapi lebih nyaring suaranya dibanding kulit kerbau dan mudah untuk dipasang ke drum.

“Selain untuk beduk, kulit sapi pun bisa digunakan untuk alat musik kendang,” katanya. (galuh.id/Arul)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA