Minggu, 17 Januari 2021
Minggu, 17 Januari 2021
 
 

Selamatkan Uang Negara Rp 426 Juta, Kejari Usut Kasus Korupsi di Ciamis

Ciamis, galuh.id – Kejaksaan Negeri Ciamis mengungkapkan selama tahun 2019 pihaknya berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp. 426 juta hasil penyitaan dari tindak pidana korupsi.

Hasil tersebut didapat dari 3 kasus tindak pidana korupsi, diantaranya, tindak korupsi anggaran makan dan minum di KPUD Pangandaran, mesin absensi sidik jari (fingerprint) di lingkungan Dinas Pendidikan, UPTD Puskesmas dan Kecamatan se-Kabupaten Ciamis, beserta kasus restribusi objek wisata Situ Lengkong.

“Kami telah menyerahkan uang sebesar Rp. 426 juta hasil tindak pidana korupsi ke kas negara dari 3 kasus yaitu dari tindak pidana korupsi anggaran makan dan minum di KPUD Pangandaran, mesin absensi sidik jari (fingerprint) di lingkungan Dinas Pendidikan, UPTD Puskesmas dan kecamatan se-Kabupaten Ciamis, beserta kasus restribusi objek wisata Situ Lengkong,” papar Plt Kepala Kejari (Kejari) Ciamis Andi Andika, usai peringatan Hari Bhakti Adiyaksa, Senin (22/7/2019).

Terkait kasus fingerprint, Andika menuturkan kasus tersebut masih dalam proses penyidikan dan saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan oleh BPKP dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Terkait kasus fingerprint saat ini kami (Kejari Ciamis) sedang menunggu hasil pemeriksaan pemeriksaan oleh BPKP dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP),” ucapnya.

Andi mengaku sudah ada 50 orang saksi dipanggil dan diminta keterangan. Pihaknya juga sedang menunggu perhitungan BPKP dan LKPP sehingga nantinya akan terlihat total kerugian negara. Kasus fingerprint ini melibatkan lingkungan Dinas Pendidikan, UPTD Puskesmas serta kantor kecamatan.

“Kasus fingerprint melibatkan lingkungan Dinas Pendidikan, UPTD Puskesmas serta kantor kecamatan, kami juga sedang menunggu perhitungan BPKP dan LKPP yang nantinya bisa menghitung total kerugian negara,” tandasnya.

Selain itu, kasus retribusi di obyek wisata Situ Lengkong, terindikasi calon tersangka tidak menyetorkan hasil penarikan restibusi terhitung mulai tahun 2015 sampai dengan tahun 2018.

“Hasil pemeriksaan awal, calon tersangka tidak menyetorkan hasil penarikan retribusi Obyek Wisata Situ Lengkong Panjalu dari tahun 2015 sampai tahun 2018,” katanya. (galuh.id/Riyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Loading...

Artikel Terkait

Peluang Ekonomi Ciamis Jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2022

Berita Ciamis, galuh.id - Penunjukan kabupaten Ciamis sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022 menjadi peluang bagi masyarakat. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan...

Forum Semua Bicara FKB Ciamis, Satukan Persepsi Demi Bangsa

Berita Ciamis, galuh.id - Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Kabupaten Ciamis menggelar acara yang bertajuk Semua Bicara pada hari Kamis (14/1/2021). Kegiatan dalam forum tersebut dengan...

Kadisidik Ciamis Tinjau SDN 1 Cibadak Banjarsari Yang Retak

Berita Ciamis, galuh.id - Plt. Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Asep Saepul Rahmat, mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Cibadak Banjarsari Ciamis, Kamis (14/01/2021). Kunjungan Plt....

Temukan Kami

48,145FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya