Siapa Saja Orang yang Berisiko Kena Stroke? Simak Penjelasannya!

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Galuh ID – Siapa saja orang yang berisiko kena stroke? Stroke adalah salah satu penyakit pembunuh utama di dunia, termasuk di Indonesia. Serangan stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu, sehingga jaringan otak tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak permanen bahkan kematian.

Memahami siapa saja yang memiliki risiko tinggi terkena stroke sangat penting untuk upaya pencegahan sejak dini.

Baca Juga: Kenali Tanda Stroke Sejak Dini, Jangan Sampai Lengah!

Ini 7 Orang yang Berisiko Kena Stroke

Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Basalale (pafibasalale.org), beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stroke, antara lain:

- Advertisement -
  1. Penderita Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
    Hipertensi merupakan faktor risiko terbesar stroke. Tekanan darah yang tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak.
  2. Pengidap Diabetes
    Gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), yang meningkatkan risiko stroke.
  3. Perokok Aktif dan Pasif
    Merokok dapat menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya stroke. Paparan asap rokok bagi perokok pasif juga berdampak buruk.
  4. Orang dengan Kolesterol Tinggi
    Kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dapat membentuk plak di dinding pembuluh darah. Plak ini bisa menyumbat aliran darah ke otak dan menyebabkan stroke iskemik.
  5. Individu dengan Obesitas atau Kurang Aktivitas Fisik
    Kelebihan berat badan dan gaya hidup sedentari meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah, yang semuanya merupakan faktor risiko stroke.
  6. Pengguna Alkohol Berlebihan
    Konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi secara rutin dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko gangguan jantung, yang terkait langsung dengan stroke.
  7. Riwayat Keluarga dan Usia
    Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, risiko stroke juga meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 55 tahun.

Mengetahui faktor-faktor risiko ini bisa menjadi langkah awal untuk mencegah stroke. Perubahan gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pengendalian penyakit kronis adalah kunci utama pencegahan. (GaluhID)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Ratusan Atlet Ciamis Siap Berlaga di POPWILDA dan PORSENITAS 2026

CIAMIS, galuh.id – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya secara resmi melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah...

Artikel Terkait