Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Sukses di Liga 1 2019, Saham Mayoritas PSS Sleman Akan Dijual?

Info Liga 1, galuh.id – PSS Sleman sebagai tim promosi bisa dibilang sukses menjalani kompetisi Liga 1 2019. Hingga pekan ke-32 Super Elang Jawa bertengger di posisi delapan, bahkan masih berpeluang memperbaiki klasemen di papan tengah Liga 1.

Raihan tersebut, tentu jauh lebih baik ketimbang dua klub promosi lainnya, Semen Padang dan Kalteng Putra. Keduanya hanya numpang lewat di Liga 1 dan dipastikan turun kasta ke Liga 2 2020 mendatang.

Bertahannya PSS di Liga 1 jelas mendapatkan perhatian. Bermaterikan pemain yang bisa dibilang tak memiliki label bintang, malah mampu melampaui beberapa klub bertabur bintang.

Bahkan Super Elang Jawa sempat menyumbang pemain untuk timnas di SEA Games 2019, yaitu Ikham Zahrul Milla.

Kolektivitas permainan adalah kunci sukses PSS tetap bisa bersaing dengan klub tradisional lain di Liga 1. Selain itu, keberhasilan bukan hanya dari permainan di lapangan, namun PSS juga berhasil dalam manajemen tim.

Hal ini dibuktikan dengan kondisi PSS di Liga 1 jauh lebih baik ketimbang saat masih berkompetisi di Liga 2.

Saat klub dalam kondisi yang baik dan terbilang sukses tersebut, dikabarkan pemilik saham mayoritas PSS berniat menjual sahamnya ke publik.

Soekeno merupakan pemilik 70% saham PSS dan merangkap sebagai Komisaris Utama PT Putra Sleman Sembada, perusahaan yang memayungi PSS Sleman.

Dikutip dari halaman Kumparan, Soekono menyampaikan masih mencari pembeli potensial. Terutama yang serius membeli mayoritas saham PSS miliknya.

Pebisnis yang bergerak di bidang perhotelan ini menyampaikan secara terbuka bagi siapapun yang memiiki ketertarikan soal mayoritas saham PSS miliknya, tinggal hubungi dirinya secara langsung. Bahkan informasi tersebut ia sampaikan kepada suporter sejak tahun lalu.

Soal nilai saham yang dtawarkan oleh Soekeno tidak menjelaskan secara rinci. Ia hanya memberikan kisaran hampir 20 miliyar rupiah.

Sedangkan soal pembeli, ia menyampaikan ada beberapa yang sudah nego, tapi hingga hari ini belum ada yang deal.

Mengenai alasan Soekeno menjual mayoritasnya disebabkan dua faktor, internal dan eksternal. Internal disebabkan banyak pihak di tubuh PSS yang tidak menginginkannya, sehingga muncul riak-riak di dalam manajemen klub.

Sedangkan faktor eksternal disebabkan kondisi dunia persepakbolaan Indonesia yang masih ditunggangi politik dan pengaturan laga.

Dua hal tersebut menjadi alasan kuat baginya menjual saham mayoritas PSS Sleman miliknya. (GaluhID/Waskito)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

PSSI Akan Terbitkan SK Liga 1, 2 dan 3, Seperti Apa Isinya?

Berita Olahraga, galuh.id - PSSI akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai kelanjutan Liga 1, 2 dan 3 musim 2020.

Pelatih Persib Ingatkan Agar Pemain dan Staf Tetap Waspada di Masa Pandemi Covid-19

Berita Persib, galuh.id - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengingatkan pemain dan staf tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi.

Shin Tae-yong Bernyanyi, Ada Apa Dengan PSSI?

Berita Olahraga, galuh.id - Perbedaan pendapat soal pemusatan latihan Timnas Indonesia antara pelatih Shin Tae-yong dan PSSI memunculkan kabar tak sedap.

Temukan Kami

49,360FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.