Warga Kampung Susuru Ciamis Dapat Sapi Kurban dari Presiden Prabowo

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Warga Kampung Susuru, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis kaget dengan kiriman sapi kurban berjenis Limousin seberat 1,1 ton dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memberikan sapi tersebut yang diwakili Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kepada Panitia Qurban DKM Al Ikhlas Susuru, Sabtu (7/6/2025).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Giyatno, menjelaskan sapi kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) dari Presiden telah melalui proses pemeriksaan kesehatan secara ketat.

Selain itu, sapi tersebut memenuhi semua syarat sebagai hewan kurban, termasuk syarat usia. Hewan kurban kiriman dari Prabowo berusia 5 tahun.

- Advertisement -

“Sapinya dari peternak lokal dan tim kesehatan hewan telah menyatakan sehat dan layak,” ungkapnya.

Giyatno pun berharap sapi kurban pemberian dari presiden dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu panitia kurban, Kurdi mengungkapkan Idul Adha 2025 ada kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Sebab mendapat kiriman hewan kurban dari Presiden RI.

“Alhamdulillah Idul Adha tahun ini kami mendapat kebahagiaan tersendiri. Selain ke warga muslim, daging kurban juga kami bagikan untuk saudara non muslim,” tuturnya.

- Advertisement -

Warga non muslim di sekitar juga terlihat membantu proses penyembelihan hewan kurban. Tidak heran Kampung Susuru disebut sebagai Kampung Toleransi Beragama.

Proses penyembelihan hewan kurban juga di saksikan oleh Bagian Kesra Setda, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Muspika Panawangan, Kepala Desa dan masyarakat sekitar. (GaluhID/Resa)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Menjelang Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, manajemen PSGC Ciamis fokus pada pembenahan Stadion Galuh untuk memenuhi standar club licensing FIFA dan AFC. Meskipun stadion dianggap layak, regulasi baru mengharuskan peningkatan infrastruktur, termasuk pencahayaan dan kapasitas. PSGC telah lolos evaluasi awal tanpa pengurangan poin, namun harus memenuhi persyaratan lebih lanjut. Manajemen juga mempersiapkan tim dan melakukan seleksi pemain lama serta berkomunikasi dengan pemain asing.

Artikel Terkait