Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Bobotoh Angkat Suara Soal Wacana Pembinaan Suporter

Berita Persib, galuh.id – Wacana pembinaan suporter yang telah dicanangkan oleh Ketua PSSI, Mochammad Iriawan pada Kongres Luar Biasa PSSI di Bali, Sabtu, 25 Januari 2020 lalu, menuai berbagai tanggapan.

Pasalnya penerapan program pembinaan suporter akan dilakukan PSSI dalam berbagai bentuk kegiatan, dengan rencana baik yang sifatnya berkala atau tertentu.

Bobotoh memberi tanggapan terhadap rencana pembinaan suporter tersebut. Mereka angkat bicara melalui berbagai media.

Salah satunya bisa dilihat dalam acara diskusi bertemakan “Menakar Rivalitas Suporter Sepak Bola” yang digelar Viking UPI, Sabtu (15/02/2020), beberapa pemateri merespons rencana pembinaan suporter oleh PSSI.

Dikutip dari berbagai sumber, salah seorang bobotoh, sekaligus Akademisi, Arlan Siddha menilai rencana pembinaan suporter dengan alasan untuk penguatan komunikasi dan sinergi demi membangun sepak bola Indonesia menurutnya terlalu berlebihan.

“Rencana pembinaan suporter terlalu berlebihan. Lebih baik, PSSI fokus bekerja untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.

Arlan menambahkan, istilah pembinaan itu menunjukkan kesan bahwa seluruh suporter di Indonesia ini ugal-ugalan semua.

Dia melanjutkan, PSSI cukup melakukan komunikasi rutin saja dengan para suporter. Serta fokus untuk raih prestasi dalam memajukan sepak bola di Indonesia.

“Komunikasi ini bertujuan untuk meminimalisir gesekan antarsuporter,” ucapnya.

Sejurus dengan itu, Sekretaris Umum Viking, Adhitya Trihartanto, mengatakan lebih tepat klub yang menjalin komunikasi dengan suporternya, bukan malah PSSI.

“Klub yang harusnya lebih sering menjalin komunikasi dengan suporternya, PSSI tidak usah mengurusi hal tersebut,” ucap Adhitya.

Wacana Pembinaan Suporter Secara Tidak Langsung Menganggap Negatif

Sementara itu, senior Viking UPI Kukuh Wiguna melanjutkan, dengan adanya rencana pembinaan tersebut secara tidak langsung menganggap suporter itu negatif sehingga perlu dibina.

Dia mengatakan, kriteria sebuah suporter negatif atau tidak itu tolok ukurnya tidak jelas. “Batasannya juga, kan, tidak jelas. Jadi saya rasa keliru,” ucapnya.

Kukuh menuturkan, kalau PSSI sampai berencana membuat program seperti itu adalah sebuah kekeliruan.

Kendati demikian, keseriusan PSSI soal wacana pembinaan suporter nampak serius. Hal tersebut bisa dilihat dengan dibentuknya Divisi Pembinaan Suporter oleh PSSI yang diketuai Budiman A. Dalimunthe. (GaluhID/Maulana)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Soal Pemain Muda, Legenda Persib Minta PSSI Berkaca pada Vietnam

Berita Persib, galuh.id - Legenda Persib Bandung, Yudi Guntara memberikan komentar terhadap PSSI yang tengah mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi Piala Dunia U-20.

Persib Bandung Apresiasi Fasilitas Swab Test dari Gugus Tugas Jabar

Berita Persib, galuh.id - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar, mengaku sangat mengapresiasi bantuan fasilitas swab test dari Gugus Tugas Jabar...

PSSI Akan Terbitkan SK Liga 1, 2 dan 3, Seperti Apa Isinya?

Berita Olahraga, galuh.id - PSSI akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai kelanjutan Liga 1, 2 dan 3 musim 2020.

Temukan Kami

49,358FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.