Minggu, 1 Agustus 2021
Minggu, 1 Agustus 2021
BJB

Cegah Warga Terpapar Hoaks Vaksin, Kelurahan Maleber Ciamis Aktif Sosialisasi

Berita Ciamis, galuh.id – Kelurahan Maleber Kecamatan Ciamis Jawa Barat terus aktif melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19 pada warganya.

Sosialisasi vaksinasi Covid-19 berlangsung di rumah warga di RW 9 Lingkungan Belender Kelurahan Maleber Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, Selasa (29/6/2021).

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Maleber, Hj. Sri Kusmiati membenarkan pihaknya terus aktif melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19.

“Kami bersama-sama dengan lembaga lainnya, dan juga bersama Pak Babinsa, Pak Bhabinkamtibmas terus melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19,” jelasnya.

Sri menambahkan, upaya sosialisasi tersebut dalam rangka mensukseskan sejuta vaksinasi dan agar warga tidak terpengaruh berita hoax.

Salah satu upaya sosialisasi yaitu dengan menemui langsung warga dan memberikan pemahaman tentang manfaat vaksinasi.

Hadir pada sosialisasi tersebut Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serma Dadang Suherman dan Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) Aiptu Mujiyanto.

Pesertanya perwakilan masyarakat dari berbagai lingkungan di Kelurahan Maleber yang juga merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Jangan Terpengaruh Berita Hoaks

Sementara itu, Babinsa Kelurahan Maleber, Serma Dadang Suherman mengingatkan peserta sosialisasi agar tidak terpengaruh berita tidak benar atau hoax.

“Ibu-ibu jangan terpengaruh hoax tentang vaksin, ini untuk ibu juga mumpung masih gratis, jadi jangan ragu untuk vaksinasi,” jelas Dadang.

Dadang juga menyampaikan agar yang akan mendapatkan vaksinasi tidak khawatir karena vaksin tersebut halal dan juga aman.

Pada sosialisasi tersebut juga terdapat tanya jawab terkait kekhawatiran adanya dampak setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Beberapa peserta menyampaikan rasa khawatirnya jika mendapatkan vaksinasi, terlebih dampak setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19, karena banyak berita negatif.

Selain itu peserta juga bertanya tentang penyakit bawaan, bisa tidaknya mendapatkan suntikan vaksin yang diberikan 2 kali.

“Untuk layak tidaknya akan ada screening dari tenaga kesehatan, sehingga tidak perlu khawatir terjadi sesuatu yang negatif,” jelas Dadang.

Sosialisasi tersebut diikuti dengan antusias oleh peserta yang merupakan ketua kelompok KPM PKH atau yang mewakilinya.

Menurut Dadang, harapannya hasil dari sosialisasi tersebut melalui ketua atau perwakilan dapat tersampaikan pada anggotanya masing-masing.

“Para ketua ini harus menyampaikan kembali pada masing-masing anggotanya, karena jika seluruh peserta KPM PKH seluruhnya hadir terjadi kerumunan,” pungkasnya. (GaluhId/Ardiasnyah)

Artikel Lainnya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
265PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan