oleh

Ciamis Gaduh, Ridwan Saidi dan Macan Idealis Minta Maaf

Hubungi
 
 

Berita Ciamis, galuh.id – Ridwan Saidi dan pemilik akun Macan Idealis minta maaf terkait kegaduhan yang mereka buat untuk masyarakat Ciamis.

Kanal Youtube Macan Idealis kembali mengunggah video klarifikasi Ridwan Saidi terkait pernyataan kontroversinya berkenaan dengan kerajaan Galuh yang viral beberapa waktu lalu.

Loading...

Di unggahan video tersebut, Budayawan Betawi Ridwan Saidi pun menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Kabupaten Ciamis.

“Saya minta maaf kalau apa-apa yang saya ungkapkan itu tidak berkenan, khususnya dalam konteks ini masyarakat Ciamis, berkenaan dengan kerajaan Galuh,” terangnya.

Meski tidak mau mencabut pernyataannya, Ridwan Saidi pun minta maaf karena telah menyinggung perasaan masyarakat Ciamis, bukan lantaran dirinya salah ucap.

“Kalau ada yang saya kutip, misalnya tentang arti Galuh itu dari kamus Armenia, kamusnya itu sendiri tidak bisa saya ubah. Saya minta maaf karena telah mengutip itu,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, budayawan asal Betawi yang kerap disapa Babe Saidi ini menyebut Kerajaan Galuh itu tidak ada. Lebih jauh dia mengatakan jika arti dari Galuh adalah brutal.

Pernyataan itu rupanya berbuntut panjang dan menuai kecaman dari berbagai pihak, khususnya warga masyarakat di Kabupaten Ciamis.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Ciamis tidak memiliki indikator ekonomi untuk menunjang kehidupan sebuah kerajaan. Misalnya, memiliki tambang emas, atau memiliki pelabuhan komersil.

“Kalau peninggalannya cuma keris-keris, bagaimana caranya membuktikan adanya sebuah kerajaan,” paparnya.

Dirinya lebih setuju jika Ciamis itu dikatakan Minor Power System, bukan Mayor Power System. Dibutuhkan lebih banyak ekonomi untuk dapat menggerakkan sebuah kerajaan.

Pemilik Kanal Macan Idealis Minta Maaf

Sementara itu, Vasco Ruseimy pemilik kanal Youtube Macan Idealis pun turut menyampaikan permohonan maaf atas unggahan videonya mengenai kerajaan Galuh dan Ciamis yang sedang ramai diperbincangkan publik, khususnya di wilayah Ciamis.

“Mohon maaf bila telah membuat gaduh beberapa elemen masyarakat Ciamis,” katanya.

Pada intinya dia mengaku tidak berniat untuk melecehkan masyarakat Ciamis.

Dia menambahkan jika dirinya mempunyai kepentingan untuk bisa ikut merekonstruksi sejarah berdasarkan pandangan dari sejarawan, khususnya sejarawan senior seperti Babe Saidi.

Dia menganggap Babe Saidi mempunyai pemikiran yang luar biasa dan berbeda. Karena mempelajari sejarah itu, menurutnya, dari berbagai sudut pandang dan berbagai sisi.

“Pandangan Babe ini jangan dilihat dari sisi negatif. Positifnya kan memperkaya wawasan kita sebagai generasi muda supaya mempelajari sejarah dengan lebih mendalam,” tuturnya. (GaluhID/Evi)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA