Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Derby Mataram: Tendangan Kungfu, Rusuh Suporter Hingga Gubernur DIY dan Pelatih PSIM Angkat Bicara

Info Liga 2, galuh.id – Kerusuhan yang terjadi pada pertandingan derby Mataram PSIM Jogja melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida Yogyakarta Senin (21/10/2019) menuai berbagai reaksi dari semua kalangan.

Salah satunya datang dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan mengutuk keras insiden tersebut.

Sri Sultan Hamengkubuwono X mengaku kesal dan bingung dengan aksi beringas yang dipertontonkan warga Yogyakarta pada laga tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur DIY menyinggung tidak akan ada sepak bola di Jogja jika hanya menimbulkan tontonan kekerasan. Kekerasan yang dipertontonkan dianggap akan membangun orang yang tidak beradab.

Rusuh derbi Mataram dipicu salah satu pemain PSIM, Achmad Hisyam Tolle yang melakukan aksi tak terpuji terhadap pemain Persis Solo.

Kala itu Ahmad Hisyam Tolle sebenarnya sudah mendapat kartu merah dan keluar dari lapangan. Namun, Ahmad Hisyam Tolle tiba-tiba saja melakukan tendangan kungfu kepada seorang pemain Persis Solo.

Selain Gubernur DIY, Pelatih kepala PSIM Jogja, angkat bicara terkait aksi brutal Achmad Hisyam Tolle.

Liestiadi menilai tindakan tersebut jelas tidak bagus dilakukan di lapangan. Para pemain seharunya bisa menjadi contoh yang baik bagi para penonton yang hadir.

“Tindakan seperti ini kan tidak bagus, sama halnya pemain edukasi suporter untuk bertindak brutal. Karena penonton itu diedukasi dari pertandingan, penonton diedukasi dari sikap pemain,” kata Liestiadi dikutip Galuh ID dari berbagai sumber.

Liestiadi juga menambahkan, seharusnya pemain lebih profesional dan bisa mengontrol emosi dan menjaga attitude dengan baik. Hal ini sebagai cerminan untuk mengedukasi para penonton yang datang langsung ke stadion.

“Suporter kita kan dari macam-macam kalangan yang berbeda. Ada penonton yang datang untuk benar-benar menikmati permainan sepak bola, ada yang datang seperti mau macam perang. Nah kita edukasi melalui pertandingan yang menarik dan enak ditonton, dan menunjukkan fighting spirit yang luar biasa,” ujar Liestiadi.

Menurutnya, pertandingan sepak bola seharusnya bisa menjadi pemersatu bangsa dari segala kalangan bukan sebagai pemecah belah.

“Marilah, sepak bola sebagai pemersatu bangsa. Sepak bola ini kan bisnis hiburan, kita sama-sama cari makan di sini,” ucap Liestiadi. (GaluhID/AR7)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Klub Liga 2 2020 Menjerit Soal Subsidi, PT LIB Berikan Jawaban

Info Liga 2, galuh.id - Efek pandemi virus Corona sudah memberikan dampak besar buat sepakbola Indonesia. Terutama bagi klub peserta Liga 1...

Liga 2 2020 Dilanjutkan, Tiga klub Promosi Beri Respon

Info Liga 2, galuh.id - Kompetisi Liga 2 2020 dilanjutkan. Rencana tersebut akan segera digulirkan kembali Oktober mendatang setelah sempat dihentikan sementara...

PSSI Akan Terbitkan SK Liga 1, 2 dan 3, Seperti Apa Isinya?

Berita Olahraga, galuh.id - PSSI akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai kelanjutan Liga 1, 2 dan 3 musim 2020.

Temukan Kami

49,360FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.