Sabtu, 24 Juli 2021
Sabtu, 24 Juli 2021
BJB

Didi Sukardi Dorong Kolaborasi Pemerintah dengan Petani Milenial di Ciamis

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah dengan para petani milenial. Karena petani muda bisa membantu ketahanan pangan nasional.

Demikian Didi menyampaikan hal itu saat menghadiri acara Temu Teknis Kemitraan Agrobisnis Holtikultura yang digelar Koperasi Apik Kunci Bandar, Kamis (5/11/2020).

Bertempat di Saung Sawah Sukamaju A Azmi Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, acara ini menghadirkan para petani. Terutama petani muda pada bidang holtikultura.

Didi mengatakan, isu utama yang berkembang saat ini adalah petani milenial. Pasalnya, lapangan pekerjaan semakin susah. Sehingga isu ketahanan pangan menjadi prioritas.

”Lapangan kerja makin susah. Ketahanan pangan jadi prioritas. Kebetulan juga Dinas Pertanian provinsi Jabar salah satu program unggulannya adalah melahirkan petani muda,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Didi Sukardi menjadi fasilitator, sebagai penyambung lidah antara para petani milenial Ciamis dengan pemerintah provinsi (pemprov) Jabar.

”Saya menjadi fasilitator. Untuk terjadinya kolaborasi antara pemerintah dengan para petani muda. Saya pun memberikan motivasi dan arahan bagaimana agar terjadi sinergitas,” jelas Didi Sukardi.

Politisi PKS ini juga mengapresiasi Koperasi Apik Kunci Bandar karena menghimpun petani-petani muda, anak-anak muda yang peduli dengan sektor ketahanan pangan.

Motivasi Untuk Petani Milenial di Ciamis

Sementara itu, Opik Taufik Hidayat selaku Manajer Pemberdayaan dan Pemasaran Koperasi Apik mengatakan, kebanyakan para petani holtikultura itu orang tua atau kisaran usia 40 tahun ke atas.

”Sedangkan untuk generasi penerus anak-anak milenial jarang sekali yang tertarik terjun ke pertanian, terutama pada bidang holtikultura,” ujar Opik.

Menurut Opik, ada beberapa faktor atau kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut. Faktor pertama, kurang terinformasikan keuntungan menggeluti holtikultura.

Atau cara pandang anak milenial pada bidang ini belum menguntungkan untuk masa depan.

Kemudian yang kedua, ada rasa gengsi karena petani itu cenderung atau identik dengan kotor, kumuh, dan sebagainya.

”Padahal banyak sekali petani holtikultura. Misalnya petani cabe yang sukses dengan cabenya. Bahkan bisa menjadi milyarder dari cabe itu,” ucap Opik.

Opik berharap dengan hadirnya Koperasi Apik Kunci Bandar ini bisa mewarnai dan memberikan semangat serta motivasi bagi anak-anak milenial di Ciamis untuk bertani.

Opik pun mengharapkan semua stakeholder yang bergelut dengan dunia pertanian bisa bersinergi untuk memajukan Kabupaten Ciamis, terutama dengan petani muda milenial. (GaluhID/Evi)

Artikel Lainnya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
263PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan