Jumat, 17 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
 
 

DKKB Dorong Pemkot Banjar Lahirkan Perda Kebudayaan

Banjar, Galuh.id – Wakil II Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Banjar (DKKB), Syarif Hidayat mendorong Pemkot Banjar untuk segera melahirkan Peraturan Daerah (Perda) Kebudayaan.

Perda ini nantinya akan jadi payung hukum untuk menciptakan iklim serta ekosistem kebudayaan di Banjar Patroman.

Menurut dia, dasar lahirnya Perda tersebut berdasarkan Pasal 32 UUD 1945, serta UU No 05 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Pemerintahan diwajibkan untuk melaksanakan pemajuan kebudayaan dalam hal, perlindungan, pelestarian, pemanfaatan, pengembangan objek-objek budaya sebagai nilai luhung kebudayaan nasional.

Salah satu pointer yang harus ada dalam Perda itu adalah penanaman nilai-nilai budaya juga nilai keadaban yang mencerminkan jati diri bangsa.

Selain itu juga menanamkan budaya literasi yang harus dilaksanakan pada semua lembaga terutama pada sistem pendidikan di Kota Banjar sebagai sumber pengetahuan manusia.

Syarif menegaskan bagaimana pentingnya budaya literasi. Pasalnya, saat ini kondisi masyarakat sedang berpacu dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang terintegrasi dengan pasar global.

“Ya, kita lihat pergerakan masyarakat dunia, semua belahan negara terus berpacu mengembangkan kemampuan dirinya untuk mengahadapi pasar global dengan cara meningkatkan kompetensi,” ujar dia, Rabu (30/10/2019).

Menurut Syarif, dampak revolusi industri 4.0 kini mengalami transformasi kebiasaan, baik informasi serta pertukaran ilmu pengetahuan terus bergerak semakin cepat. Bahkan akan berdampak pula pada bonus demografi Indonesia.

Bonus demografi Indonesia tahun 2020-2045 diprediksi akan didominasi usia produktif antara 20 s/d 60 tahun. Bagi dia, ini akan menambah masalah bagi bangsa yang berdiri di atas masyarakat yang majemuk, pluralisme, dan multikulturalisme.

“Bonus demografi ini sesungguhnya harus dibarengi dengan berkembangnya sistem pendidikan masyarakat yaitu dengan menggunakan pendekatan budaya dengan cara menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi,” imbuhnya.

Dipandang dari sudut dari perjalanan Historiografi Indonesia lanjut Syarif bangsa Indonesia sejatinya sudah belajar baca dan tulis dari sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Bahkan jauh dari masa itu. Tradisi Iisan di masyarakat Indonesia sudah mengakar pada tingkat struktur sosial paling bawah.

Namun kesalahan pada masa itu, Syarif mengemukakan bahwa tradisi baca tulis hanya diperbolehkan bagi para anak bangsawan, kaum elit sehingga baca tulis tidak populis pada tingkat masyarakat biasa. Mereka hanya dimanjakan pada sebuah dongeng, Iegenda dan hikayat yang teriadi mulut ke mulut atau disebut dengan Oral History.

“Maka, budaya literasi adalah jawaban bangsa Indonesia untuk menyongsong generasi emas 2045 yang kompetitif, kolaboratif dan inovatif serta memiliki kepribadian dalam kebudayaan,” pungkasnya. (GaluhID/Dede)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Kota Banjar, Beberapa Dokumen Diamankan

Berita Banjar, galuh.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah Kantor Dinas PUPR Kota Banjar atau Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota...

KPK di Kota Banjar, Pendopo Walikota Digeledah

Berita Banjar, galuh.id - KPK di Kota Banjar, Jawa Barat. Hal itu terlihat dari penggeledahan yang dilakukan lembaga antirasuah ini di beberapa...

Forum Umat Islam Kota Banjar Tolak RUU HIP

Berita Banjar, galuh.Id - Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) dan masyarakat Banjar melakukan orasi di halaman Alun-alun Masjid...

Temukan Kami

49,340FansSuka
185PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Bansos Provinsi Jabar Tahap II Sediakan Komoditas Susu

Berita Jabar, galuh.id -  Bansos Provinsi Jabar atau Bantuan Sosial Provinsi Jawa Barat akan menyediakan komoditas susu dalam paket Bansos tahap II.

Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Akhir Juli 2020, Ayo Daftar!

Berita Nasional, galuh.id - Kartu Prakerja gelombang 4 dibuka pada akhir Juli 2020. Akhirnya program pelatihan untuk pencari kerja ini kembali dibuka...

Sama-sama Terlibat Prostitusi, Ini Perbedaan Kasus Hana Hanifah dan Vanessa Angel

Kasus Hana Hanifah dan Vanessa Angel kembali menjadi perdebatan di publik netizen Indonesia hingga saat ini. Hana Hanifah seorang selebriti FTV tertangkap...

Ericko Lim Selingkuh, Jesica Jane Buka-bukaan

Ericko Lim selingkuh menjadi sorotan seluruh jagad dunia maya di Indonesia baik facebook, twitter, instagram hingga youtube. Ericko Lim dikenal di Indonesia...

Profil Hana Hanifah, Artis FTV yang Viral Karena Dugaan Prostitusi

Sebagai artis yang muncul lewat Film Televisi (FTV), profil Hana Hanifah bisa dibilang cukup terkenal. Wanita berusia 23 tahun ini pernah berseteru...