FSB Siap Jadi Garda Terdepan Perjuangkan Hak Pekerja di Kota Banjar

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Menurut Endang, Dinas Tenaga Kerja terkesan cuek, karena banyak perusahaan di Kota Banjar yang nakal sehingga dalam pengupahan pun tidak sesuai dengan ketentuan.

“Untuk Disnaker sendiri saya anggap kurang baik atau kurang maksimal, karena banyak perusahaan yang tidak menerapkan upah sesuai UMK,” ujarnya.

“Terutama untuk pekerja buruh toko, toserba dan lain lain,” sambungnya.

FSB Dorong Perda Perlindungan Hak Buruh Kota Banjar

Salah satu yang pihaknya soroti adalah kasus yang terjadi belum lama ini di Kota Banjar.

- Advertisement -

Yakni kasus di perusahaan Kayu PT. Albasi Priangan Lestari (APL) melalui PT. Maju Jaya Lestari Banjar Patroman (MJLBP) terkait kompensasi yang menjadi hak pekerja.

“Yang saya tau, hak itu harus dibayarkan secara tuntas, bukan dicicil. Miris sekali dengan kasus ini, seakan Dinas Tenaga Kerja tutup mata,” terangnya.

Lanjut Endang, seharusnya pihak Pemkot tegas memberikan sanksi terhadap perusahaan nakal yang mendzolimi hak-hak buruh.

“Seharusnya Dinas Tenaga Kerja sebagai penentu perundang-undangan bisa mendampingi, sekaligus memediasi permasalahan ketika ada pekerja yang merugi,” tegasnya.

- Advertisement -

Endang pun menegaskan bahwa FSB akan terus memperjuangkan ketentuan upah pekerja agar sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Kisah Ayah Petugas Kebersihan Bawa SLBN Ciamis Juara II Nasional FLS3N Diksus 2026

Film pendek "Sampah Jadi Harapan" karya siswa SLBN Ciamis meraih Juara II Nasional pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional 2026. Mengisahkan seorang ayah petugas kebersihan dan anak penyandang disabilitas, film ini menyampaikan pesan tentang harapan, perjuangan, dan potensi anak berkebutuhan khusus, serta mengubah pandangan masyarakat.

Artikel Terkait