Kamis, 9 Juli 2020
Kamis, 9 Juli 2020
 
 

Gerhana Matahari Cincin Hari Ini, Ini Wilayah di Indonesia yang Bisa Melihatnya

Berita Nasional, galuh.id – Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan terjadi pada hari ini, Minggu (21/6/2020) dan dapat dilihat oleh beberapa wilayah saja di Indonesia.

Fenomena alam tersebut terjadi ketika posisi matahari, bulan dan bumi tepat satu garis, sehingga sinar matahari tertutup oleh bulan.

Karena piringan bulan lebih kecil dari piringan matahari, ketika puncak gerhana dari bumi akan nampak matahari seperti dilingkari oleh cincin.

Piringan matahari yang lebih besar dari piringan bulan, matahari nampak seperti cincin yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang pinggirnya.

Kejadian itulah yang menjadikan gerhana tersebtu bernama gerhana matahari cincin, karena nampak seperti cincin pada saat terjadi puncak gerhana.

Untuk tahun ini, fenomena terjadi nampak berbeda dari tahun sebelumnya karena bertepatan dengan summer solstis, sehingga dinamakan cincin api Solstis.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan), cincin api Solstis termasuk kejadian langka, terakhir terjadi pada 21 Juni 1648.

Kemudian cincin api Solstis diperkirakan akan terjadi kembali pada 21 Juni 2039, jadi fenomena tersebut termasuk langka terjadi.

Pada Tahun 2020 ini sesaat lagi sebanyak 432 kabupaten/kota yang berada pada 31 provinsi akan dapat menyaksikan fenomena langka tersebut.

Masyarakat yang akan melihat fenomena langka tersebut dilarang melihat langsung dengan menggunakan mata telanjang, harus menggunakan alat bantu.

Gerhana Matahari Cincin Tidak Dapat Dilihat Dari Seluruh Wilayah Indonesia

Sayang tidak seluruh daerah di Indonesia dapat menyaksikan fenomena langka tersebut, terdapat beberapa saja yang dapat menyaksikannya.

Menurut Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin di Sumatera bagian selatan, Jawa bagian barat dan tengah tidak dapat melihat gerhana.

“Di Indonesia hanya gerhana matahari sebagian, itu pun dengan kegelapan atau mangnitudo 50%,” jelas Thomas, Sabtu (20/6/2020).

Sehingga masyarakat Indonesia hanya melihat gerhana matahari sebagian, tidak dapat melihat gerhana secara utuh atau keseluruhan.

Di Indonesia daerah yang dapat melihat pertama kali yaitu di Sabang, Aceh mulai bisa melihat pada pukul 13.16 WIB.

Dan kota yang paling akhir menyaksikan yaitu Kepanjen Jawa Timur, waktunya sekitar pukul 15.19 WIB.

Untuk puncak gerhana di Indonesia akan terjadi atau teramati pada waktu yang berbeda, Kota Sabang Aceh puncaknya pukul 14.34 WIB.

Jadi Kota Sabang Aceh adalah daerah yang pertama kali melihat puncak gerhana dibandingkan dengan daerah lainnya.

Untuk kota yang paling akhir menyaksikan puncak gerhana matahari cincin, adalah Kota Agats, Papua pada pukul 17.37 WIT.

Pulau Jawa Hanya Sebagian Daerah yang Bisa Menyaksikan Gerhana

Masyarakat yang berada di Jawa Barat kecuali Indramayu tidak dapat melihat fenomena langka yang terjadi puluhan tahun tersebut.

Begitu juga dengan masyarakat Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tidak dapat menyaksikan terjadinya gerhana matahari cincin.

Daerah lainnya yang tidak dapat menyaksikan gerhana tersebut, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan 10 kota di Jawa Tengah.

Daerah lainnya yang tidak dapat menyaksikan, 7 kota di Jawa Timur, 2 kota di Bengkulu dan 7 kota di Lampung.

Bahkan pusat penelitian Observatory Bosscha Bandung Jawa Barat tidak dapat melakukan penelitian meskipun terdapat alat yang memadai.

Menurut penelity Observatory Bosscha Yatny Yulianty, Bandung, Jakarta dan Yogyakarta tidak dapat melihat gerhana yang terjadi setiap puluhan tahun.

“Hal tersebut terjadi karena konvigurasi matahari, posisi bulan terhadap bumi yang akan menentukan bayangan bulan jatuh di bumi,” jelas Yatny.

Yatni menambahkan penyebabnya sebagian masyarakat di daerah tertentu tidak dapat menyaksikan gerhana matahari karena perputaran matahari, bulan dan bumi.

Maksudnya adalah, karena perputaran matahari, bulan dan bumi tersebut menurut Yatny pada setiap tahunnya mengalami perbedaan.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto menyampaikan hal lain.

Terkait dengan adanya 7 kabupaten/kota di Jawa Timur yang tidak dapat menyaksikan terjadinya gerhana tersebut Teguh menyampaikan alasannya.

“Yang mengakibatkan tidak terlihatnya oleh masyarakat beberapa daerah di Jawa Timur karena tertutup oleh awan,” jelas Teguh.

Teguh menegaskan matahari tidak pernah hilang, tidak nampaknya gerhana matahari cincin karena di Jawa Timur terjadi pertumbuhan awan. (GaluhID/Ardiansyah)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Kapan Pencairan Gaji ke-13 2020? Simak Penjelasannya!

Berita Nasional, galuh.id - Kapan pencairan gaji ke-13 2020 terus jadi pertanyaan para PNS. Meskipun disebutkan anggaran untuk abdi negara ini telah...

Program Kartu Prakerja Tetap Berjalan, Meskipun Pelatihan Dihentikan

Berita Nasional, galuh.id - Program Kartu Prakerja tetap berjalan. Sebelumnya tersiar kabar paket pelatihan kartu Prakerja ditiadakan karena berbagai hal, sehingga masyarakat...

Penyebab Tagihan Listrik Naik, Ternyata Ini Alasannya

Berita Nasional, galuh.id - Penyebab tagihan listrik naik yang ramai dikeluhkan oleh sejumlah pelanggan pascabayar PT. PLN (Persero). Sejumlah...

Temukan Kami

49,405FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita Lainnya

MPLS Siswa Baru SMKN 2 Ciamis Dilatih TNI

Ciamis, galuh.id - Hari pertama masuk sekolah, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru di SMKN 2 Ciamis dilatih oleh TNI bekerja...

Tim Sepakbola Askab Ciamis U-16 Juara I Piala Menpora 2019

Ciamis, galuh.id - Tim sepakbola PSSI Askab Ciamis U - 16 menjadi juara I Piala Menpora Tahun 2019 wilayah Priangan Timur setelah...

Cegah Corona, Petugas Kebersihan Ciamis Dibekali Masker dan Hand Sanitizer

Berita Ciamis, galuh.id - Untuk mencegah penyebaran virus Corona, petugas kebersihan Ciamis dari Dinas DPRKPLH Kabupaten Ciamis dibekali masker dan hand sanitizer.

HMI Ciamis Unjuk Rasa Kecam Penindasan Muslim Uighur di China

Ciamis, galuh.id - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ciamis menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemerintahan Kabupaten Ciamis, Kamis (20/12/2018). HMI Ciamis mengecam aksi...

Ketua Dewan Kebudayaan Undang Ridwan Saidi Hari Kamis (20/2/2020) ke Ciamis

Berita Ciamis, galuh.id - Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis yang sekaligus Rektor Universitas Galuh, Dr Yat Rospia Brata mengundang Ridwan Saidi, Budayawan Betawi...