Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Gubernur Jabar Pastikan Bakal Bangun Exit Tol Bandung-Cilacap di Ciamis

Ciamis, galuh.id– Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan semua daerah yang terlintasi jalan tol Bandung-Cilacap termasuk Kabupaten Ciamis bakal dibangun exit tol atau pintu gerbang tol.

“Pokoknya semua daerah yang terlintasi jalan tol Bandung-Cilacap semuanya bakal dibuat pintu gerbang tol termasuk Ciamis,” ucap Ridwan Kamil usai membuka Festival Layang Lakbok, di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jum’at malam (27/ 9/9/2019).

Gubernur Jabar ini juga mengatakan, titik-titik exit tol akan disampaikan melalui media sosial miliknya. “Nanti saya sampaikan di medsos, titik-titik exit tol di mana saja,” katanya.

Hal ini berbeda dengan hasil keputusan sebelumnya dari koordinasi rencana pematangan tol Bandung-Cilacap pada 25 September 2019.

Dari informasi yang dihimpun Galuh ID, hasil keputusan tersebut disebutkan pada tahap awal pintu gerbang tol akan dibangun di empat lokasi, yaitu satu titik di Kabupaten Bandung, dua titik di Kabupaten Garut, dan satu titik lagi di Kota Tasikmalaya.

Sementara pada tahap kedua, exit tol Bandung-Cilacap akan dibangun di Kalipucang atau 17 kilometer menuju kawasan Pangandaran.

Pada awalnya pintu tol di Kalipucang ini tak masuk dalam rencana, namun lantaran Pangandaran merupakan destinasi wisata, maka jalur tol yang tadinya lurus ke Cilacap akhirnya dilengkungkan menuju Kalipucang untuk mendukung pariwisata di Pangandaran.

Dari hasil koordinasi tersebut tidak disebutkan akan ada exit tol Bandung-Cilacap di Kabupaten Ciamis. Hanya saja Ciamis memang dilewati tol yang direncanakan akan memulai pembebasan lahan pada tahun 2020 ini.

Tidak adanya exit tol Bandung-Cilacap di Kabupaten Ciamis dalam rencana pembangunan sesuai hasil rapat koordinasi tersebut ditanggapi dengan pesimis oleh warga Ciamis.

Wawan, salah seorang pengusaha kuliner di Ciamis menyebutkan, jika tidak ada exit tol maka, usaha kuliner miliknya bisa gulung tikar.

“Cuma dilewati saja Ciamis, boro-boro usaha saya yang kecil begini, restoran-restoran di Ciamis yang sudah besar ada kemungkinan bisa bangkrut, karena tidak akan ada lagi, misalnya para pemudik yang berhenti istirahat sekedar makan di Ciamis,” katanya (GaluhID/Uus)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Tahun Ajaran Baru 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Guru di Ciamis Keliling ke Rumah Siswa

Berita Ciamis, galuh.id - Tahun Ajaran Baru 2020 sudah dimulai Senin (13/7/2020), namun kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum...

Adaptasi Kebiasaan Baru Warga Ciamis Diminta Rajin Olahraga

Berita Ciamis, galuh.id - Adaptasi Kebiasaan Baru Warga masyarakat Ciamis diminta untuk rajin olahraga. Karena olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan...

Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota DPR RI Bagikan Sembako di Ciamis dan Pangandaran

Berita Ciamis, galuh.id - Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota Dewan DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Jabar X berikan bantuan sembako di Kabupaten...

Temukan Kami

49,360FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.